Breaking News:

Berita Bangka Tengah

548 KK di Bangka Tengah Tak Punya Jamban Layak Pakai, Mayoritas di Desa Kurau Barat

Mayoritas masyarakat di 12 desa/kelurahan di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) belum memiliki jamban secara layak. Artinya warga di 12 desa/kelurahan i

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
ILUSTRASI: Potret pemukiman kumuh di Desa Kurau, Koba, Bangka Tengah yang beberapa diantaranya belum memiliki jamban secara layak. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Bangkapos.com) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mayoritas masyarakat di 12 desa/kelurahan di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) belum memiliki jamban secara layak. Artinya warga di 12 desa/kelurahan ini belum masuk ke dalam kategori open defecation free ( ODF) atau kategori stop buang air besar sembarangan.

12 desa/kelurahan tersebut adalah Nibung, Kurau, Simpang Perlang, Penyak, Kurau Barat, Perlang, Batu Belubang, Kebintik, Tanjunggunung, Sungkap, Sungaiselan dan Tanjungpura.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bateng, Zulyan, mencotohkan, banyaknya rumah warga di Desa Kurau Barat yang belum memiliki jamban di karena lokasi tersebut berada di tepi sungai sehingga banyak permukiman kumuh yang tidak memungkinkan untuk dibangun jamban secara layak.

"Jadi jamban yang layak menurut dunia kesehatan adalah jamban yang memiliki kloset, saluran pembuangan dan tempat penampungan kotoran/tinja (septic tank) serta memiliki bangunan secara fisik baik permanen maupun semi permanen," jelas Zulyan kepada Bangkapos.com, Kamis (29/9/2022).

Sementara itu data Dinkes Bateng per Agustus 2022 lalu diketahui total ada sebanyak 548 kepala keluarga (KK) di Bangka Tengah yang belum mempunyai jamban yang layak.

Di antara data itu, 179 KK berdomisili di Desa Kurau Barat. Artinya desa ini menjadi yang paling dominan di Kabupaten Bangka Tengah yang tak memiliki jamban.

Zulyan juga menyebutkan, di Bangka Tengah, ada empat desa/kelurahan yang dinyatakan belum ODF dan menjadi lokus penanganan stunting.

Empat desa/kelurahan tersebut adalah Desa Tanjungpura dan Kelurahan Sungaiselan serta Desa Tanjunggunung dan Batubelubang.

"Selain itu, warga yang belum memiliki jamban dan BAB sembarangan secara kesehatan akan lebih berpotensi tertular penyakit seperti diare dan lain sebagainya," ucapnya.


Hal itu dikarenakan kotoran yang tidak tertampung akan menjadi sumber penyakit yang ditularkan oleh lalat serta dapat mencemari lingkungan, khususnya sumber air.

Oleh karena itu, Pemkab Bangka Tengah juga telah memiliki berbagai upaya untuk mendorong masyarakat agar mempunyai jamban yang layak.

"Dari pemerintah daerah sudah memiliki program-program untuk mengupayakan jamban gratis kepada masyarakat dan program itu biasanya ada di Dinas PUPR," ujarnya.

Selain itu, biasanya Baznas Bangka Tengah juga ada program bantuan untuk pembangunan jamban.

Kemudian Dinkes turut memberikan mendorong sejumlah desa dalam membangun usaha sanitasi mandiri berupa kloset yang dijual dengan harga murah namun sudah memenuhi standar.

"Lalu kami juga kerap melakukan penyuluhan dan edukasi masyarakat tentang pentingnya sistem sanitasi yang layak," katanya. ( Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved