Breaking News:

Berita Bangka Selatan

DKPPKB Sebut Warga Sepuluh Desa di Bangka Selatan Masih BAB Sembarangan, Belum Terapkan ODF

Masih ditemukan sejumlah masyarakat desa di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), sering buang air besar (BAB) sembarangan.

Penulis: Adi Saputra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kasi Sub Koordinator penyehatan lingkungan kesehatan kerja dan olahraga Hamzah DKPPKB Bangka Selatan.(Bangkapos.com/Adi Saputra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masih ditemukan sejumlah masyarakat desa di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), sering buang air besar (BAB) sembarangan. Warga  desa yang dimaksud belum menerapkan open defecation free ( ODF) atau sering disebut stop buang air sembarangan.

Data ini masuk dalam catatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan (Basel).

Oleh karena itu Pemerintah Bangka Selatan melalui DKPPKB terus melakukan upaya memberikan jamban kepada masyarakat.

Kasi Sub Koordinator Penyehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga DKPPKB Bangka Selatan, Hamzah kepada Bangkapos.com, Kamis (29/9/2022) mengakui, pihak masih menemukan masyarakat desa yang belum menerapkan ODF. Namun kondisinya tidak merata, karena sebagian warga sudah memiliki jamban di rumah masing-masing.

Sementara itu Kabupaten Bangka Selatan memiliki 50 desa dan tiga kelurahan, yang terbagi dalam 8 kecamatan. "Dari 50 desa dan tiga kelurahan, ada sepuluh desa yang masih ODF. Namun tidak semuanya tidak ada jamban, sebagiannya ada di rumah masing-masing," kata Hamzah saat ditemui Bangkapos.com di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2022).

"Kadang-kadang yang tidak memiliki jamban ini, mereka menumpang di rumah saudara ataupun di tempat umum lainnya sehingga tidak ODF lagi," tambahnya.

Sedangkan desa yang sudah menerapkan ODF hampir mencapai 81 persen. "Tidak banyak lagi lah yang ODF, terutama ada sebagian daerah sudah mendapatkan bantuan CSR ataupun bantuan pemerintah pusat untuk jamban," kata Hamzah.

"Tapi kami dari DKPPKB Bangka Selatan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terutama kami berikan pencerahan hingga sosialisasi agar hidup sehat," ujarnya.

Hamzah berharap pada Tahun 2022 DKPPKB Bangka Selatan dapat menargetkan seluruh masyarakat sudah memiliki jamban di setiap rumah.

"Saya bersama tim terus berusaha dengan adanya dukungan semua pihak, tahun ini masyarakat semua bisa memiliki jamban," harapnya.

Pihak DKPPKB Bangka Selatan telah membantu masyarakat melalui cara mencari donatur untuk pembangunan jamban.

Diakuinya ada beberapa desa telah menerima bantuan jamban dari pihak Baznaz, swasta, hingga pemerintah pusat.

Yang jelas Hamzah memastikan, setiap tahun DKPPKB Bangka Selatan mengajukan pembuatan jamban, bagi masyarakat yang belum memiliki jamban di rumah. ( Bangkapos.com/Adi Saputra)

 

 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved