Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gulung Tikar Setelah 20 Tahun Jadi Pedagang, Nilawati Beralih Jadi Pengupas Bawang

Itu bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata yang disebabkan karena terlalu lama berkutik dengan bumbu dapur itu.

Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Nilawati (56) perempuan yang bekerja sebagai pengupas bawang di Kawasan Pasar Trem Kota Pangkalpinang. Ibu rumah tangga ini tampak telaten mengupas bawang yang dilakoninya sejak delapan bulan lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Siang itu, terik matahari begitu terasa menusuk kulit. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat pencari rezeki yang berada di Kawasan Pasar Trem, Kota Pangkalpinang pada Kamis (29/9/2022) siang.

Tak jauh dari situ, seorang perempuan lanjut usia terlihat sedang sibuk mengupas kulit bawang, persis di sekitar rumah warga yang bersebrangan dengan sungai Rangkui.

Mengenakan kaos oblong berwarna pink disertai sisir merah di atas kepalanya, perempuan itu begitu telaten satu persatu memisahkan bawang dari kulitnya.

Sesekali, ia mengusap air mata yang membasahi wajahnya dengan baju kaos yang dikenakan. Sementara itu, tangannya terus bergerak memegang pisau tajam untuk mengupas bawang.

Namun, itu bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata yang disebabkan karena terlalu lama berkutik dengan bumbu dapur itu.

Dia adalah Nilawati (56) satu diantara perempuan pengupas bawang yang banyak ditemui di kawasan Pasar Trem.

Menjadi seorang pengupas adalah satu-satunya profesi yang bisa dijalankannya, sebab di usia yang sudah renta tak banyak yang bisa diperbuatnya karena kemampuan fisik pun terbatas.

"Disyukuri saja, dari pada nganggur lebih baik kerja tidak apa-apa kecil yang penting ada pemasukan," tandasnya pelan.

Profesinya itu dilakoni mulai bada subuh, setiap hari dari pagi buta, Nila sudah berkutik dengan bawang bahkan hingga menjelang malam pun terkadang masih bekerja.

Maka tak heran jika matanya berair karena terlalu pedih menatap bawang seharian penuh. Di samping itu, punggungnya pun kerap kali pegal karena ia mesti duduk terus untuk tetap mengupas bawang.

Tak jarang tangannya tergores saat mengupas bawang. Rasa perih akibat tangan terluka dan mata yang tak kuat menahan efek dari bawang sudah biasa dirasakannya.

Namun, hal itu tidak menjadi kendala baginya karena perempuan asal Palembang itu telah memahami resiko dari pekerjaan yang dilakoni.

"Orang susah cari kerja jadi apapun itu harus dijalani dengan ikhlas, " jelasnya.

Sebagai pengupas bawang, Nila memperoleh penghasilan Rp60.000 per hari, jumlah tersebut diperolehnya setelah bekerja seharian penuh.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved