Breaking News:

Inilah Penampakan Berkas Kasus Ferdy Sambo, Tebalnya Sampai 5.000 Halaman

Berkas perkara mengenai pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) itu diketahui sangat tebal.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Evan Saputra
(Kejaksaan Agung RI) via Kompas.com
Berkas perkara tersangka Ferdy Sambo dan 3 tersangka lain di kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

BANGKAPOS.COM - Sempat dikembalikan ke Bareskrim karena kurang lengkap, berkas Ferdy Sambo dan 4 tersangka lainnya akhirnya telah diterima oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Berkas perkara mengenai pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat ( Brigadir J) itu diketahui sangat tebal.

Saat dinyatakan belum lengkap saja, berkas-berkas tersebut sudah terlihat ketebalannya melebihi skripsi.

Berdasarkan foto yang didapat Kompas.com, berkas perkara keempat tersangka itu dijilid secara terpisah.

Baca juga: Putri Sambo Tak Siap Dipenjara, Pengacara Ajukan Permohonan Supaya Tak Ditahan: Beliau Punya Anak

Terlihat berkas perkara keempat tersangka itu sangat tebal.

Saat itu, berkas Putri masih dinyatakan belum lengkap.

Berkas perkara tersangka Ferdy Sambo dan 3 tersangka lain di kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Berkas perkara tersangka Ferdy Sambo dan 3 tersangka lain di kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. ((Kejaksaan Agung RI) via Kompas.com)

Kini terungkap bahwa berkas kasus tersebut mencapai 5.000 halaman.

Dilansir dari Kompas.com, ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia Barita Simanjuntak menyatakan, tebal berkas perkara Ferdy Sambo itu mencakup berkas dari kelima tersangka, yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf.

Menurut Barita, sebanyak 30 Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung (Kejagung) ditugaskan untuk meneliti dan menangani berkas perkara 5 tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Jadi mereka itu bekerja siang-malam itu sampai 5.000-an halaman berkas dan persiapan bukti-bukti dokumennya," kata Barita, dikutip dari Kompas.com.

Akan tetapi, tebal surat dakwaan para tersangka biasanya tidak akan mencakup keseluruhan berkas perkara.

Tim JPU yang ditugaskan menangani perkara Brigadir J di persidangan juga akan diawasi langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

Hal itu dilakukan buat menghindari upaya pihak-pihak tertentu untuk memengaruhi tim jaksa yang menangani perkara Brigadir J.

Barita mengatakan, Komisi Kejaksaan juga siap menerima jika terdapat pengaduan dari masyarakat tentang dugaan upaya memengaruhi jaksa dalam penanganan perkara itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved