Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kabar PIP Hantu Bikin Resah, Panitia Dusun 2 dan 3 Bakal Gelar Aksi

Jumlah PIP yang beroperasi di wilayah perairan Dusun 2 dan 3 belakangan ini tidak pernah cukup dari kuota yang disepakati yaitu 100 PIP.

Penulis: Yuranda | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Yuranda
Ponton Isap Produksi (PIP) di Pantai Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (29/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Panitia Ponton Isap Produksi (PIP) Dusun 2 dan Dusun 3, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat mengeluhkan kabar beroperasinya PIP yang disebut ilegal. PIP itu disebut-sebut sebagai ‘ponton hantu.'

Ketua Panitia Dusun 2 dan Dusun 3, Bahtiar membantah adanya PIP ilegal yang beroperasi di wilayah perairan Dusun 2 dan Dusun 3.

Dia justru mengatakan jumlah PIP yang beroperasi di wilayah perairan Dusun 2 dan 3 belakangan ini tidak pernah cukup dari kuota yang disepakati yaitu 100 PIP.

"Contohnya saja ada satu CV yang kuotanya 40 PIP, tapi kemudian beroperasinya cuman 38, kadang 39," kata Bahtiar saat ditemui di Dusun 2, Kamis (29/92022).

"Itupun beroperasi sudah termasuk dengan cadangannya," lanjut Bahtiar.

Setidaknya ada enam CV yang mengelola PIP di wilayah perairan Dusun 2 dan Dusun 3. CV itu menjadi mitra PT Timah Tbk yang melakukan aktivitas penambangan timah di wilayah perairan tersebut.

Bahtiar mengatakan masing-masing CV memiliki ponton cadangan yang bakal dioperasikan bila ponton yang ada mengalami kendala atau rusak.

Dia pun membantah jika ponton cadangan itu beroperasi apabila CV mengoperasikan seluruh ponton sesuai kuota.

"Kalau pun ponton cadangan itu beroperasi berarti dia menutupi ponton yang rusak. Jadi tidak ada itu yang namanya ponton hantu atau ilegal," tegas Bahtiar.

Ajukan Penambahan Ponton

Bahtiar menyayangkan berhembusnya kabar adanya ponton ilegal.

Kabar itu membuat resah panitia yang belakangan ini berusaha mengakomodir kaum pemuda di wilayah Dusun 2 dan Dusun 3 yang belum memiliki pekerjaan.

"Sekitar dua minggu lalu kami bersurat ke PT Timah untuk meminta penambahan ponton. Bukan apa-apa, kami mau mengakomodir sekitar 100-an warga kami yang ingin masuk dalam kepanitian. Mereka pemuda-pemuda sini yang belum ada pekerjaan," kata Bahtiar.

"Tapi sampai sekarang belum ada balasan dari PT Timah. Dan baru dua hari yang lalu kami juga bersurat kembali," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved