Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Marak Bahu Jalan dan Trotoar Beralih Jadi Lokasi Pedagang, Ini Tanggapan Dishub Kota Pangkalpinang

Bahu jalan dan trotoar di hampir setiap Pangkalpinang, kini perlahan mulai banyak disalahgunakan oleh para pedagang, Kamis (29/9/2022).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Ubaidi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Bahu jalan dan trotoar di hampir setiap sudut Kota Pangkalpinang, kini perlahan mulai banyak disalahgunakan hingga ditempati oleh para pedagang, Kamis (29/9/2022). 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Ubaidi mengatakan merujuk Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, penggunaan bahu jalan dan trotoar oleh pedagang merupakan tindakan pelanggaran. 

"Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan, kerusakan dan gangguan fungsi jalan. Jadi di sini terkait dengan jalan ini sudah sangat jelas bahwa itu untuk fasilitas umum, untuk kepentingan umum baik di badan jalan atau trotoar," tegas Ubaidi saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Baca juga: Dua Kurir Narkoba di Bangka Barat Dicokok Polisi Saat Cari Sabu yang Dilempar

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM di Bangka Belitung, Inflasi Semakin Tajam Daya Beli Masyarakat Tertekan

Namun Ubaidi mengungkapkan terkait fenomena tersebut pihaknya ingin mengedepankan, kemajuan perekonomian masyarakat khususnya pasca pandemi Covid-19. 

"Merujuk ke UU kan tidak boleh mereka sudah melanggar UU, tetapi bagaimana kita menyikapi bahwa aktivitas untuk pemulihan ekonomi. Aktivitas masyarakat tidak serta merta langsung kita larang, sementara kita belum mampu untuk menyediakan fasilitas mereka berjualan yang bukan di badan jalan," jelasnya. 

Terlebih Ubaidi mengatakan untuk para pejalan kaki yang menggunakan trotoar di Kota Pangkalpinang, masih minim dan lebih banyak masyarakat menggunakan kendaraan. 

Selain itu terkait pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar, untuk langkah penindakan pihaknya pun mengatakan hal tersebut merupakan ranah Sat Pol PP Kota Pangkalpinang

"Pada pedagang itu melihat peluang lahan kosong langsung mereka tempati, jadi mereka tidak ada izin ke kami ataupun ke Walikota juga tidak ada," ucapnya. 

Baca juga: Ribuan Honorer di Pemprov Babel Tak Masuk Data Non ASN BKN, DPRD Minta Jangan Ada yang Dizalimi

Baca juga: DPRD Bangka Belitung Ingatkan Pemprov untuk Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

Lebih lanjut pihaknya juga menyoroti masyarakat yang kerap meletakkan material bangunan seperti pasir, bata dan lainnya di bahu jalan dan trotoar

"Untuk kepentingan keselamatan mari kita memelihara jalan, kadang juga banyak pedagang atau masyarakat yang menandakan lokasi mereka dengan banner atau batu. Nah kalau seandainya pengendara ada yang celaka akibat barang-barang yang ditempatkan di jalan, maka pemiliknya kan bisa kena masalah juga," imbaunya. 

 Sementara itu, terkait masyarakat yang menggelar hajatan dengan menggunakan jalanan umum pihaknya mengatakan hal tersebut merupakan ranah dari Sat Lantas Polres Pangkalpinang

"Izinnya itu kan ada di kepolisian ya, itu sudah mereka atur apa tahapan-tahapan yang sudah ada di situ ya jadi semuanya ada di kepolisian jadi paling kami berkoordinasi saja," kata Ubaidi.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved