Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengunjung Museum Timah Indonesia Sedikit, Pengelola Sediakan Pownis City Tour untuk Daya Tarik

Taufik mengatakan, museum timah juga pernah dijadikan tempat perundingan Pra Roem-Royen sekitar tahun 1948-1949.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Museum Timah Indonesia (MTI) di Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Museum Timah Indonesia yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang. menjadi pusat informasi sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung.

Perjalanan panjang sejarah timah di Bangka Belitung dan Indonesia dari masa ke masa dapat disaksikan di Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang.

Namun sayang, setiap harinya pengunjung museum yang berdiri sejak tahun 1958 ini masih sedikit.

Kepala Museum Timah Indonesia, Taufik, menyebut, dalam sehari kunjungan museum Timah Indonesia rata-rata 35 orang. Kunjungan masih didominasi oleh pelajar dan wisatawan, dan masyarakat umum.

"Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, khususnya pelajar, kami memberikan daya tarik dengan menyediakan fasilitas kendaraan Pownis City Tour gratis," ujar Taufik kepada Bangkapos.com, Kamis (29/9/2022).

Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1948-1949, kata Taufik, tokoh-tokoh pejuang Indonesia, seperti Bung Karno dan Bung Hatta sempat pernah diasingkan di museum ini.

"Hingga saat ini, museum kita menyediakan ruang mini studio, topografi permukaan bumi, serta kendaraan Pownis City Tour Museum Timah Indonesia. Ada dua orang guide yang disediakan MTI Pangkalpinang," jelasnya.

Dia berharap, ke depannya ekonomi semakin membaik sehingga jumlah wisatawan terus meningkat dan kunjungan museum juga meningkat.

Taufik mengatakan, museum timah juga pernah dijadikan tempat perundingan Pra Roem-Royen sekitar tahun 1948-1949, yang dilaksanakan dalam satu dari lima kamar yang ada.

"Kemudian 10 tahun setelah itu, yaitu pada tahun 1959, bangunan ini dijadikan sebagai Museum Wisma Budaya," imbuhnya.

Lantaran kental dengan sejarah pertimahan, bangunan ini lantas dijadikan Museum Timah Indonesia pada 1997. Sekaligus, menjadi museum timah pertama di Asia.

"Pada tanggal 2 Agustus 1997, PT Timah Tbk menjadikan Museum Wisama Budaya menjadi Museum Timah Indonesia, dengan mengkhususkan koleksinya pada sejarah penambangan timah di Pulau Bangka," tambahnya.

Di Museum Timah Indonesia, terdapat beberapa koleksi-koleksi barang bersejarah. Di antaranya kerito surong alat bantu angkut timah pada zaman dulu, balok timah, koing, plikat prastasi Kota Kapur, dan juga beberapa batu-batuan yang disumbangkan oleh unit eksplorasi PT Timah.

Adapun jam operasional Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang yakni, Senin-Minggu mulai pukul 08.00 WIB -12.00 WIB dan 13.00 WIB - 16.00 WIB. Sementara Jumat dan hari libur nasional tutup. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved