Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Video Viral 21 Detik Balap Liar di Jerambah Gantung, Dosen UBB Sebut Resiko Negatif yang Ditimbulkan

Balapan liar yang sering dilakukan para remaja tanggung merupakan bentuk pembuktian mencari jati diri.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
tribunnews.com
Ilustrasi balap liar 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Balapan liar yang sering dilakukan para remaja tanggung merupakan bentuk pembuktian mencari jati diri. "Ini menjadi ajang untuk membuktikan jati diri bagi pemuda yang memiliki hobi balapan, untuk mendapatkan pengakuan dari kelompoknya atau dimanfaatkan untuk menguatkan eksistensi diri atau kelompoknya," ujar Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr Fitri Ramdhani Harahap, Kamis (29/9/2022). 

Namun balapan yang seharusnya menjadi ajang sosialisasi dan penguatan jati diri, nyatanya malah menimbulkan berbagai dampak negatif. 

Dampak yang dimaksud, berupa hilangnya nyawa akibat balapan liar. Selain itu kata Fitri, munculnya keramaian yang tidak terkendali mengundang potensi perkelahian, minum minuman keras, hingga menimbulkan gangguan bagi pengendara lain. 

"Antisipasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi aktivitas balapan dan timbulnya dampak negatif, adalah dengan melakukan tindakan pencegahan di tingkat individu dan kelompok pemuda itu sendiri. Lalu di tingkat struktur yaitu di sekolah dan lingkungan pergaulan pemuda, serta didukung oleh kebijakan pemerintah," ucapnya. 


Di tingkat individu pemuda diberi pemahaman dan ditanamkan nilai bersosialisasi, serta aktulisasi yang positif oleh keluarga dan lingkungan tempat tinggal. 

Lebih lanjut ditegaskan Fitri, para pemuda juga perlu diberikan pemahaman penting menjaga ketertiban umum dan keselamatan diri dan orang lain di sekitar kita. 

"Dengan adanya pemahaman, tidak ada lagi kecelakaan yang menimbulkan korban luka-luka bahkan sampai meninggal. Lalu pemerintah juga dapat berperan menyediakan ruang berupa fasilitas umum yang ramah pemuda, yang dapat diakses pemuda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka," jelasnya.

Sementara itu, pernyataan Dosen UBB ini terkait viralnya video berdurasi 21 detik yang beredar di media sosial, memperlihatkan belasan anak muda melakukan balap liar di Jembatan Jerambah Gantung. ( Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved