Breaking News:

Berita Bangka Barat

Warga Dusun Dua dan Dusun Tiga, Belolaut Adakan Pertemuan, Bahas Soal Ini

Masyarakat Dusun 2 dan Dusun 3, Desa Belolaut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), akan melakukan pertemuan di dusun setempat

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Ponton Isap Produksi (PIP) di Pantai Desa Belolaut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (29/9/2022). (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Dusun 2 dan Dusun 3, Desa Belolaut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), akan melakukan pertemuan di dusun setempat guna menggelar aksi pada Minggu (2/10/2022) nanti.

Aksi yang direncanakan itu, untuk menolak keberadaan sebuah perusahaan (CV) beraktivitas di Perairan Belolaut. Pasalnya, CV yang dimaksud dianggap menyebarkan kabar adanya ponton isap produksi (PIP) ilegal 'hantu'.

Bahtiar Ketua Panitia PIP Dusun 2 dan Dusun 3, mengakui, masyarakat Dusun 2 dan Dusun 3 akan menggelar pertemuan, guna membahas pengusir sebuah CV yang beroperasi di Perairan Belolaut.

"Masyarakat sudah tidak setuju lagi dengan CV itu beroperasi di Perairan Belolaut. Jadi masyarakat akan merencanakan aksinya Minggu (2/10/2022) ini. Kami hanya mengawal saja," kata Bahtiar, saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (30/9/2022).

Kata dia, aksi itu akan digelar di Bibir Pantai Dusun 2 dan Dusun 3. Lanjutnya, sebenarnya masyarakat sudah lama kesal dengan CV itu.

Dia (CV) itu yang menyebarkan adanya kabar ponton hantu itu. Berawal dari sana puncak kekesalan masyarakat.

Bahtiar mengatakan aktivitas PIP di Perairan Belolaut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat masih berjalan normal.

"Seperti biasa kalau aktivitas PIP tetap berjalan. Cuma hari ini kami tarik ponton cadangan dari masing-masing CV," kata Bahtiar.

Kenapa ada PIP cadangan? Bahtiar menjelaskan jumlah PIP yang beroperasi di wilayah perairan Dusun 2 dan 3 belakangan ini tidak pernah cukup dari kuota yang disepakati yaitu 100 PIP.

"Contohnya saja ada satu CV yang kuotanya 40 PIP, tapi kemudian beroperasinya cuman 38, kadang 39. Itupun beroperasi sudah termasuk dengan cadangannya," lanjut Bahtiar.

Setidaknya ada enam CV yang mengelola PIP di wilayah perairan Dusun 2 dan Dusun 3. CV itu menjadi mitra PT Timah Tbk yang melakukan aktivitas penambangan timah di wilayah perairan tersebut.

Bahtiar mengatakan masing- masing CV memiliki ponton cadangan yang bakal dioperasikan bila ponton yang ada mengalami kendala atau rusak.

Dia pun membantah jika ponton cadangan itu beroperasi apabila CV mengoperasikan seluruh ponton sesuai kuota.

"Kalau pun ponton cadangan itu beroperasi berarti dia menutupi ponton yang rusak. Jadi tidak ada itu yang namanya ponton hantu atau ilegal," tegas Bahtiar.( Bangkapos.com/Yuranda)

 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved