Breaking News:

Dilarang FIFA, Kenapa Polisi Masih Gunakan Gas Air Mata saat Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya?

Polisi nyatanya menggunakan gas air mata untuk menghalau massa saat kerusuhan laga Arema vs Persebaya.

Editor: fitriadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Sudah Dilarang FIFA, Kenapa Polisi Masih Halau Massa Gunakan Gas Air Mata saat Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya? 

BANGKAPOS.COM - Penggunaan gas air mata di dalam stadion sepak bola ternyata sudah lama dilarang FIFA.

FIFA mengeluarkan aturan soal larangan menggunakan gas air mata untuk menghalau massa di dalam stadion sepak bola.

Tapi polisi nyatanya menggunakan gas air mata untuk menghalau massa saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga Arema FC vs Persebaya pada Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kericuhan terjadi ketika Arema FC kalah dari Persebaya 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada ajang Liga 1 2022/2023.

Akibat kekalahan pada laga yang dimainkan Sabtu (1/1/2022) malam, para suporter turun ke lapangan dan melakukan aksi kerusuhan.

Pihak keamanan yang berusaha mengurai massa yang turun ke lapangan menembakkan gas air mata.

Tapi, akibat gas air mata tersebut suporter yang mengalami sesak napas dan kemudian pingsan.

Baca juga: Aremania Ngamuk, 127 Orang Meninggal Usai Arema FC Dikalahkan Persebaya. 2 Polisi Ikut Jadi Korban

Baca juga: Sederet Foto saat Kericuhan Suporter usai Arema vs Persebaya yang Berakhir dengan Skor 2-3

Baca juga: Tragedi 127 Suporter Arema Tewas Kalahkan Tragedi Hillsborough di Ingris 1989 yang Tewaskan 96 Orang

Gas air mata juga disebut berandil atas banyaknya korban tewas, yang dilaporkan telah mencapai 127 orang, dimana Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebut 125 diantaranya suporter Arema FC.

Jika merujuk pada peraturan FIFA, penggunaan gas air mata di stadion ternyata dilarang.

Hal itu mengacu pada pasal 19 b pengaman pinggir lapangan dari  regulasi Keamanan dan Keselamatan Stadion, dijelaskan.

“Senjata atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan,” bunyi dari pasal di aturan FIFA tersebut.

Dengan demikian digunakannya gas air mata dalam pertandingan Arema FC melawan Persebaya telah melanggar aturan FIFA.

Banyaknya korban jiwa dan luka-luka, karena para suporter diduga panik dan saling berdesak-desakkan keluar saat gas air mata menyebar ke tribun penonton.

Awalnya, gas air mata diarahkan ke bagian bahwa pagar pembatas untuk menghalau suporter Aremania yang turun ke lapangan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved