Breaking News:

Tragedi Arema

Gegara Ini Aparat Kepolisian Nekat Tembakan Gas Air Mata Saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Gegara ini aparat kepolisian nekat tembakka gas air mata saat kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang. Korban tewas bertambah menjadi 153 jiwa.

Penulis: Widodo | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan dan menaskan 153 orang, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. 

BANGKAPOS.COM -- Pembubaran suporter menggunakan gas air mata tidak diperbolehkan dalam aturan FIFA.

Itu tercantum dalam FIFA stadium safety and security regulation.

Di pasal 19, poin b, disebutkan tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali masa.

Sebagaimana diketahui bahwa terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, setelah laga Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Hukuman Berat Menanti Singo Edan Setelah Arema FC vs Persebaya Surabaya Berujung Kericuhan Aremania

Baca juga: Kabar DUka: Ibunda Gading Marten, Farida Sabtijastuti Meninggal Dunia

Baca juga: Penjelasan Dokter soal Kondisi Lesti Kejora, Alami Cidera Kepala Setelah KDRT?

Baca juga: Kadus di Belitung ini Tewas Setelah Menikmati Wanita Open BO di Kamar 110, Lemas dan Tak Bernafas

Baca juga: 5 Bacaan Doa Agar Terlihat Cantik dan Bercahaya, Aura Wajah Terpancar Setiap Hari

Pihak keamanan mencoba mengamankan kondisi dengan menembakkan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas.

Nahasnya, asap gas air mata yang mereka lontarkan mengarah ke tribune dan mengepul di sisi selatan.

Asap tersebut disinyalir menjadi penyebab suporter sesak napas dan pingsan, bahkan memakan korban jiwa.

Kemudian, tembakan gas air mata dilontarkan guna mengurai massa yang turun ke lapangan.

Akan tetapi, lontaran gas air mata tersebut harus dibayar mahal.

Suporter mengalami sesak napas dan tak sedikit dari mereka jatuh pingsan.

Lebih buruk lagi, gas air mata tersebut memakan korban jiwa.

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr Nico Afinta, menjawab alasan aparat menembakkan gas air mata saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, setelah laga Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Namun Kapolda Jatim menjelaskan pihak keamanan punya alasan kuat menggunakan gas air mata karena suporter sudah mulai anarkis dengan melakukan perlawanan kepada petugas dan melakukan pengrusakan kendaaraan.

Baca juga: Setelah Siksa Lesty Kejora, Rizky Billar Datangi Istri Tak Berdaya di RS, Datang Naik Mobil Mewah

Baca juga: Ciri-ciri WhatsApp Disadap, Ingat Pengguna Harus Curiga Jika Ada SMS Berisi Kode OTP

Baca juga: Wabar, Hewan Mungil yang Diburu karena Diyakini Sebagai Obat Kuat, Dulu jadi Peliharaan Abu Jahal

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved