Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Komunitas Negeri Limadaya Bakal Gelar Ritual Taber Laut 2022, Pj Gubernur Babel Siap Dukung

Ritual Taber Laut 2022 ini akan digelar di Tanjung Berikat, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Tengah pada 10 Desember 2022.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Pelaksana Kegiatan Ritual Taber dan Festival Seni Publik 2022, Sihan Painter bersilaturahmi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin di rumah dinas gubernur, Minggu (2/10/2022) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Komunitas Negeri Limadaya berencana menggelar Ritual Taber Laut dan Festival Seni Publik 2022 di Bangka Belitung.

Ritual Taber Laut 2022 ini akan digelar di Tanjung Berikat, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Tengah pada 10 Desember 2022.

Ketua Pelaksana Kegiatan Ritual Taber dan Festival Seni Publik 2022, Sihan Painter bersilaturahmi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin di Rumah Dinas Gubernur, Minggu (2/10/2022) sore.

Maksud kedatangannya untuk meminta arahan, koordinasi dan dukungan perihal rencana digelarnya kegiatan Ritual Taber Laut dan Festival Seni Publik 2022.

"Untuk meminta arahan Pj Gubernur mengenai kegiatan Ritual Taber Laut ini, terutama berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait nantinya. Karena ini, kita membawa program nasional, untuk kita jual ke tingkat nasional dalam bentuk destinasi wisata budaya," ujar Sihan.

Dalam kegiatan ini, direncanakan akan mengundang tamu tingkat nasional.

Kegiatan ritual Taber Laut ini dalam rangka menjaga, melestarikan warisan budaya adat tradisi Bangka, yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Taber Laut, kalau zaman dulu dan sekarang masih sering digelar, hanya saja dalam skala kampung, belum skala besar. Intinya, meruwat lautan, plus bumi dan langit. Hanya karena kita negeri kepulauan, kita lebih ke lautan, meruwat itu membersihkan lautan dari maksud yang tersirat," tutunya.

Ditegaskannya, Taber Laut adalah berdoa untuk meminta keselamatan dan keamanan negeri.

"Bukan pehamanan yang syirik, ini sesuai dengan tradisi yang kita punya. Karena tradisi harus dijaga, sebenarnya ini sudah ratusan tahun umurnya. Ini perdana digelar besar. Kita kaitkan dengan kemaritiman juga, Kementerian Kelautan punya anggaran, kita memanfaatkan anggaran kita untuk menjaga adat tradisi bahari," jelasnya.

Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, mendukung acara yang bertujuan untuk memajukan budaya daerah.

"Kalau pemerintah dalam posisi bisa mendukung, kami akan berusaha mendukung. Seperti yang disampaikan, karena ini proposal baru, saya sudah sampaikan ke dinas terkait belum ada tanggapan," ucapnya.

"Saya coba bantu, tapi sebagian dari informasi tadi akan didukung KKP. Kalau KKP mendukung besar, kami mendukung kecil, nanti kita coba. Kalau memajukan kebudayaan, saya setuju saja," imbuh Ridwan. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved