Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Si Tarba, Hewan Endemik Bangka Belitung Jadi Maskot Peran Saka Nasional 2022

Warga perkemahan terlihat antusias berfoto bersama maskot yang berbentuk hewan endemik Bangka Belitung bernama Mentilin.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Si Tarba, maskot Peran Saka terlihat dikerumuni warga perkemahan untuk berfoto di sela-sela Upacara Pembukaan Peran Saka Nasional di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Depati Amir, Minggu (2/10/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Maskot Peran Saka yang disebut Si Tarba terlihat dikerumuni warga perkemahan di sela-sela Upacara Pembukaan Peran Saka Nasional di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Depati Amir, Minggu (2/10/2022).

Warga perkemahan terlihat antusias berfoto bersama maskot yang berbentuk hewan endemik Bangka Belitung bernama Mentilin berwarna cokelat dengan mata yang besar itu.

Si Tarba diambil dari nama ilmiah yakni Tarsius Bancanus.

Hewan yang terancam punah ini adalah hewan identitas Provinsi Bangka Belitung yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 522.53-958/2010.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa dijadikan mentilin sebagai maskot dalam acara ini, sebagai upaya memperkenalkan hewan endemik daerah.

"Ini adalah salah satu binatang endemik di Babel, kita nyebutnya mentilin, kalau bahasa Babel. Ini untuk menunjukan kepada adik-adik peserta, kakak-kakak bahwa ini adalah binatang yang tidak semua di Indonesia punya binatang endemik ini," ujar Melati usai upacara selesai.

Istri Mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman ini mengatakan, mentilin adalah jenis hewan nokturnal yang hidup atau beraktivitas di malam hari.

"Binatang ini sudah cukup langka dan unik karena bisa berputar kepalanya seperti burung hantu, dan dia terkenal dengan binatang malam dengan wajah yang lucu," katanya.

Melati tak menampik beberapa komunitas pencinta hewan berusaha melestarikan hewan langka ini agar terus ada populasi di alam.

"Mentilin satwa yang terancam punah, oleh karena itu kita harus sama-sama menjaga dan ekositem mentilin itu hidup. Kalau masyarakat menemukan di hutan, tolong dikembalikan ke habitatnya, jangan dipelihara," kata Melati.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved