Bangka Pos Hari Ini
Trent Alexander Berada di Titik Terendah Kariernya, Kini Jadi Kambing Hitam Hasil Imbang Liverpool
Setelah dicoret dari dari timnas Inggris, Trent Alexander kini jadi kambing hitam hasil imbang Liverpool 3-3 kontra Brighton.
Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM - Trent Alexander-Arnold berada dalam salah satu titik terendah dalam kariernya.
Setelah dicoret dari dari timnas Inggris, bek berusia 23 tahun ini kini jadi kambing hitam hasil imbang Liverpool 3-3 kontra Brighton dalam pekan ke-9 Liga Primer di Stadion Anfield, Sabtu (9/2) malam.
The Reds sempat tertinggal 0-2, tapi bisa berbalik unggul 3-2.
Sayangnya, tujuh menit sebelum bubaran, Leandro Trossard membubuhkan hattrick hingga laga berkesudah 3-3.
Fakta semua gol Brighton yang dicetak Trossard berasal dari manuver di sisi kanan pertahanan Liverpool melemahkan posisi Trent.
Bek yang pernah didapuk sebagai pemain terbaik Liga Primer 2019-2020 ini dianggap terlibat langsung dalam terjadinya dua gol pertama Trossard.
Untuk gol awal, sundulannya menghalau sebuah crossing hanya membuat bola mendarat sedikit di luar kotak penalti Liverpool.
Diwarnai kegagalan kapten Jordan Henderson mengendalikan bola liar, pemain Brighton mencurinya dan berujung sebuah umpan kepada Trossard yang berada di dalam kotak.
Trent yang berada paling dekat dengan pemain Belgia itu terkecoh, lalu tertinggal karena jatuh sendiri seperti ditekel angin.
Dia hanya bisa bersimpuh dan menatap pasrah ketika Trossard sukses menembakkan bola ke gawang Alisson Becker.
Proses gol kedua Trossard juga tak lepas dari kesalah Trent yang gagal mengontrol bola dengan sempurna.
Pemain didikan akademi The Reds menerima umpan jauh dari wilayah Brighton dengan dada, tetapi tak menyadari kehadiran Danny Welbeck di belakangnya.
Terlalu memantul, bola diserobot kepala Welbeck untuk diberikan kepada Pervis Estupinan.
Pergerakan ini menjadi pembuka untuk gol kedua Trossard.
Adapun untuk gol ketiga, Trent memang tidak berandil langsung dengan melakukan blunder.
Namun, dia ikut terlibat dalam prosesnya karena Trent berada di sana ketika Kaoru Mitoma melesatkan umpan yang berujung
tendangan Trossard untuk menaklukkan Alisson ketiga kalinya.
Namun, semata-mata menyalahkan Trent juga atas hasil imbang ini tentunya tidaklah adil.
Trent terbukti menjadi salah satu pemain paling aktif.
Dia memiliki total 79 sentuhan, kedua setelah Thiago (88).
Dia pun ikut berperan atas gol ketiga The Reds ketika sepak pojoknya dipantulkan Adam Webster ke gawang Brighton sendiri.
Kejadian ini sempat membuat Liverpool berbalik memimpin 3-2 sebelum datang gol pelengkap hattrick Trossard.
Trent pun jadi sasaran kecaman warganet di media sosial.
Mereka menilai, Trent tak pantas lagi menjadi bek kanan karena kontribusi pertahanannya yang lemah.
Posisi terbaiknya, kata mereka, adalah menjadi penyerang sayap kanan karena daya ofensifnya yang tinggi.
"Jangan pernah, tolong jangan pernah mainkan Trent Alexander-Arnold di RB (right back). Dia [Jude] Bellingham kami. Dia gelandang
yang sangat kami butuhkan. TAA adalah salah satu pemain terbaik LFC tapi dia jauh, jauh dari posisi bek terbaik. Buruk sekali," tulis pemilik akun @SlicLFC.
Yang lain menulis, "Saya senang seluruh dunia sekarang dapat melihat Trent Alexander Arnold bertahan dengan buruk, Reece
James jelas.'
Yang lain berkata: 'pengingat harian: Reece James satu mil lebih baik dari Trent'"
Konteksnya, mereka mendukung keputusan Gareth Southgate yang menepikan Trent dari timnas Inggris.
Atribut defensif sang bek ini disebut paling payah dibandingkan pesaing di sektor bek sayap kanan, yaitu Reece James, Kyle Walker, atau Kieran Trippier.
Ini menjadi tantangan sangat berat bagi Trent.
Pertama untuk merebut lagi cinta dari para pendukung Liverpool yang mulai mengikis kepercayaannnya kepadanya.
Kedua, untuk mendapatkan lagi tempat utama di timnas Inggris untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.
Raihan satu poin ini membuat Liverpool semakin jauh tertinggal dari puncak klasemen yang masih dikuasai Arsenal menyusul kemenangan 3-1 atas Tottenham.
The Reds kini di posisi sembilan dengan sepuluih poin, terpaut sebelas poin dari Arsenal.
Sedang Brighton masih bertahan di posisi empat dengan 14 poin.
Pelatih Juergen Klopp dituntut untuk segera membenahi tim, menyusul dua laga berat di depan mata.
The Reds akan melawan Arsenal, dan Manchester City di sela duel kontra Rangers di ajang Liga Champions.
Benar-benar Mengerikan
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp merasa ngeri menyaksikan timnya kebobolan tiga gol melawan Brighton di Anfield.
Meskipun The Reds mempertahankan rekor kandang tak terkalahkan selama 19 bulan setelah bangkit dari ketinggalan 2-0 untuk memimpin 3-2,
Klopp mengkritik cara timnya kemudian membiarkan Leandro Trossard menyamakan kedudukan untuk menyelesaikan hat-tricknya dan mendapatkan satu poin untuknya.
“Anda perlu bertahan dan kami tidak memiliki itu. Kami tidak bertahan lebih dalam, kami tidak menyerang lebih tinggi. Kami berada di antaranya. Itu benar-benar mengerikan untuk ditonton," katanya di Daily Mail.
"Itu sedikit mengingatkan saya pada bagian pertama waktu saya di Liverpool. Ketika kami berada dalam situasi hanya unggul satu gol, semua orang hampir mengalami serangan jantung. Kami hanya tidak menyakinkan," tuturnya.
Liverpool kini dituntut mengalahkan Rangers di Liga Champions pada Selasa untuk meningkatkan harapan mereka lolos dari grup.
“Bagian yang baik dari cerita hari ini adalah kami bangkit dari ketertinggalan 2-0, tetapi itu membutuhkan energi dan para pemain yang telah lelah bermain di laga internasional," katanya. (Tribunnews/den)