Breaking News:

Pemain Arema FC Merasa Bersalah dan Trauma Usai Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Pemain Arema FC tetap berencana untuk mengunjungi rumah korban yang meninggal dan melakukan takziah

SURYA/PURWANTO
Aremania saat mendukung Arema FC pada laga kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam 

"Menyaksikan puluhan hingga ratusan korban jiwa bergelatakan di Stadion pasti sangat traumatis, beberapa dari kamipun ikut bantu evakuasi, tetapi rasa bersalah dari kami tidak berhenti membumbui pikiran hingga perasaan hancur lebur. Tidak ada yang mengharapkan kekalahan namun lagi dan lagi, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga korban tenang di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan." tulis Laras Carissa.

Pemain Arema FC takziah ke rumah korban meninggal

Meski sedang merasakan syok hingga trauma, pemain Arema FC tetap berencana untuk mengunjungi rumah korban yang meninggal dan melakukan takziah.

Namun takziah tersebut tak dilakukan semua pemain secara bersamaan.

Pasalnya manajemen telah membagi tim menjadi tiga kloter yang akan berangkat dengan rute berbeda.

"Kami sudah siapkan rutenya mulai pagi sampai malam," kata Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana. 

Selain itu Gilang menyebutkan jika pihaknya tak hanya akan menyambangi rumah korban, tetapi juga memberikan santuna Rp10 juta kepada keluarga yang meninggal dunia.

Sementara itu korban luka-luka akan ditanggung biayanya hingga pulih.

"Kami tanggung biaya pengobatan sampai korban pulih," terangnya.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved