Gosip Selebritis
Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi di UGM, Ternyata Segini Honor yang Diterima, Dihitung Perjam
sumber penghasilan yang diterima Prilly juga semakin bertambah, berapa gaji yang diterima Prilly ketika menjadi dosen praktisi?
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM---Prilly Latuconsina merupakan salah satu aktris berbakat tanah air.
Selain jago akting Prilly juga memiliki otak encer, jadi wajar sang artis didapuk dan resmi menjadi dosen praktisi di UGM.
Dipastikan sumber penghasilan yang diterima Prilly juga semakin bertambah, berapa gaji yang diterima Prilly ketika menjadi dosen praktisi?
Dikutip dari kompas.com, gaji dosen PNS tidak berbeda dengan PNS di instansi lainnya, yakni mengikuti golongan dan jabatannya.
Adapun skema penggajian ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019.
Penentuan gaji dosen didasarkan pada golongannya, dari III hingga IV.
Gaji dosen PNS yang berkarya 0-1 tahun ada pada level golongan III, antara Rp 2.688.500-Rp 4.797.000 per bulannya.
Sementara gaji dosen golongan IV berkisar Rp 3.044.300-Rp 5.901.200.
Gaji dosen PNS golongan III
Golongan IIIb: Rp 2.688.500-Rp 4.415.600
Golongan IIIc: Rp 2.802.300-Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800-Rp 4.797.000.
Gaji dosen PNS golongan IV
Golongan IVa: Rp 3.044.300-Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100-Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300-Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200-Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100-Rp 5.901.200.
Terus berapa honor untuk gaji dosen praktisi yang diterima Prilly Latuconsina?
Kita ketahui Prilly Latyuconsina masuk dalam program Kementerian Pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (Kemdikbudristek) merdeka belajar : praktisi mengajar.
Program ini memungkinkan seorang praktisi ikut mengajar di perguruan tinggi.
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran hingga Rp140 miliar sebagai honor bagi para praktisi, yang akan mengisi sekitar 2.500 mata kuliah di perguruan tinggi.
Setiap praktisi, berpeluang mendapatkan honor Rp900 ribu-Rp1,4 juta per jam.
"Ini angka yang cukup signifikan, sehingga para dosen bisa mengundang praktisi-praktisi di tingkat level tinggi untuk datang dan mengajar. Ini juga kesempatan dosen untuk mengundang teman-temannya di industri," terang Nadiem.
Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi, baik oleh praktisi, dosen pengampu, maupun perguruan tinggi.
Bagi praktisi, wajib memiliki pengalaman minimal tiga tahun bekerja, serta tidak teregistrasi sebagai dosen.
Sedangkan dosen pengampu, wajib memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) aktif, dan minimal asisten ahli.
"Untuk perguruan tinggi berada di bawah naungan Kemdikbudristek, terakreditasi, dan bersedia menggunakan LMS (learning management system)," imbuh Mendikbudristek.
Setiap praktisi bisa memilih skema kolaborasi di perguruan tinggi.
Untuk kolaborasi pendek, praktisi mengajar 4-10 jam per semester minimal dua kali pertemuan, dan hanya terlibat dalam pengajaran.
"Kolaborasi pendek hanya terbuka untuk praktisi yang belum pernah mengajar, maksimal mengajar dua mata kuliah, dan dosen boleh mengundang maksimal dua praktisi per mata kuliah," ujar Nadiem.
Impian yang terwujud
Sebelumnya, diketahui Prilly Latuconsina menjadi dosen prakstisi di Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fisipol, Universitas Gadjah Mada UGM Yogyakarta.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM Dr Poppy Sulistyaning Winanti mengatakan Prilly akan mengajar Kajian Selebritas.
"Kebetulan kajian yang coba ditawarkan atau diajarkan oleh Mbak Prilly ini kajian selebritas namanya, yang di Ilmu Komunikasi di salah satu departemen kita juga ada kajian soal itu,” jelas Poppy, dilansir dari Kompas.com.
“Sehingga kan ya memang selebritinya yang ngajar kan enggak papa. Dosennya kan selebriti jadi pas to, kan menarik juga kalau praktisi bisa mengajar," sambungnya.
Diwawancara secara terpisah, Prilly Latuconsina mengaku senang bisa mejadi dosen praktisi di UGM.
"Tiba-tiba aku diterima dan ditawari oleh kampus UGM Yogyakarta untuk megajar di sana.
Senang, bangga, dan terharu juga akhirnya aku bisa ngajar di sana, kampus favoritnya banyak mahasiswa," beber Prilly Latuconsina.
Ia pun dikabarkan akan mengajar secara offline. Mendapat kesempatan itu, Prilly mengaku tak berhenti untuk bersyukur.
Bahkan, Prilly ternyata tak mengambil gajinya untuk jadi seorang dosen.
"Kebetulan aku tidak mengambil Gaji aku karena aku benar-benar pengen sharing ilmu yang aku punya,” ucap Prilly.
Prilly mengaku bahwa menjadi dosen adalah cita-citanya sejak dulu.
Maka dari itu, ia sama sekali tidak memikirkan Gaji.
“Karena ini juga udah cita-cita aku dari dulu.
Di sini aku bukan mencari uangnya, tapi aku mencari pengalaman," tutupnya.
Terbukti, bahwa Prilly Latuconsina tidak hanya berbakat dalam seni peran saja, melainkan dalam akademisi pun Prilly menunjukkan keahliannya dalam mengajar.
"Aku bisa belajar dari mahasiswa dari dosen lain. Itu sih yang lebih berharga daripada uang buat aku," ungkap Prilly Latuconsina.
Selebihnya, dia cuma menegaskan bahwa bisa menjadi dosen di UGM bukan bagian dari hak istimewanya sebagai artis.
Prilly Latuconsina juga harus melewati proses yang panjang dari mulai pendaftaran.
"Banyak banget dokumen yang harus di isi. Jadi bukan karena aku public figure, aku mendapat kesempatan cuma-cuma. Ada proses panjang yang aku jalani. Bahkan sebelum di UGM, aku juga sempat mengajar online," bebernya.
"Aku nggak sembarangan bikin materi, kolaborasi juga sama dosen akademisnya,"ucapnya.(*)
(Bangkapos.com/Zulkodri/Kompas.com/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221004-Prilly-Latuconsina-jadi-dosen-di-UGM.jpg)