Breaking News:

Human Interest Story

Mengenal Lebih Dekat Gaya Obrolan Pj Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin, Lebih Santai Diselingi Tawa

Suasaba di ruang tamu Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung terasa hangat, meski suhu AC disetel pada angka 18, Kamis (6/10/2022) malam.

Penulis: Alza Munzi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Alza Munzi
Penjabat Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin saat melakukan Dialog Ruang Tengah bersama Editor in Chief di Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (6/10/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana di ruang tamu Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung terasa hangat, meski suhu AC disetel pada angka 18, Kamis (6/10/2022) malam.

Ada tiga AC central dipasang di sejumlah dinding ruangan berukuran 15X15 meter itu, dengan beberapa sofa di tengah-tengahnya.

Kehangatan itu muncul lantaran empunya rumah, Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung DR Ridwan Djamaluddin begitu ramah menyambut tamunya, Editor in Chief Bangka Pos Group Ibnu Taufik Juwariyanto dan jajaran redaksi lainnya.

Ridwan tampak santai meski ditanya-tanya soal serius terkait kebijakannya di Pemprov Bangka Belitung.

"Di dalam sebuah organisasi, tentulah harus patuh pada pimpinannya. Mutasi atau tidak mutasi yang penting bermanfaat untuk masyarakat," ungkap Ridwan membuka pembicaraan.

Mengenakan kemeja lengan pendek berkelir biru dan bercelana jeans, Ridwan bercerita banyak hal tentang kebijakannya memimpin Pemprov Kepulauan Babel.

Dia memahami, ada dinamika yang terjadi di tengah roda pemerintahan dan bisa saja ada kesalahan dilakukan oleh beberapa jajarannya.

Namun, bagi Ridwan saat ini, persoalan tersebut tidak memengaruhi secara serius kinerja para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Bangka Belitung/

Pun terkait Surat Edaran (SE) Mendagri berisi kewenangan penjabat kepala daerah tak perlu izin menteri untuk melakukan rotasi pejabat. 

"Bagi saya meski diatur dalam regulasi, saya tetap melapor ke Mendagri," kata Ridwan saat ditanyakan terkait aturan terbaru bahwa Pj Gubernur tidak perlu izin Mendagri.

Malam itu, tak terasa obrolan sejak pukul 19.20 antara Ridwan dan Taufik yang duduk berhadap-hadapan sudah berlalu setengah jam, sebelum break (istirahat) untuk sesi pertama.

Di sela waktu istirahat itu, Dirjen Minerba Kementerian ESDM tersebut memilih untuk meneguk air putih di botol yang kerap dibawanya kemana-mana.

Pada dialog sesi kedua, Ridwan kembali menegaskan soal akselerasi birokrasi di Pemprov Bangka Belitung belum maksimal.

"Tetapi saya tidak akan melakukan mutasi," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved