Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dampak Kenaikan BBM Bikin Industri Perhotelan di Pangkalpinang Tertekan, Lakukan Penyesuain Harga

Industri perhotelan jadi satu diantara sektor yang terdampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi per Sabtu (3/9/2022) lalu.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Sumiati Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Industri hotelan' title='per hotelan'>per hotelan jadi satu diantara sektor yang terdampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi per Sabtu (3/9/2022) lalu.

Pasalnya, kenaikan ini tentunya mempengaruhi biaya operasional yang harus dikeluarkan, serta ditafsir bisa menurunkan permintaan pasar yang baru saja membaik pascapandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang Sumiati mengaku, penyesuaian harga ini memang sedikit membuat dunia hotelan' title='per hotelan'>per hotelan tertekan.

Lantaran baru saja ingin menyambut endemi dengan tamu-tamu hotel baru namun kembali digempur dengan kenaikan harga.

"Sejumlah hotel dan restoran memang terpaksa melakukan penyesuaian harga, kami dunia perhotelan kembali terkena dampak ini, sedih sekali tentunya baru saja kami ingin bernapas lega tapi kembali dihadapkan dengan kenaikan BBM," ungkap Sumiati kepada Bangkapos.com, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Terungkap Baru Pacaran Sebulan, Kini Alumni Liga Dangdut Steven Jordan Harus Mendekam di Sel Tahanan

Baca juga: Berkeliaran di Kebun, Buaya 3 Meter Ditangkap Bhabinkamtimas bersama Warga Desa Cengkong Abang

Menurut Sumiati, ada beberapa hotel di Pangkalpinang yang sudah menaikan harga, namun ada yang baru ancang-ancang penyesuaian.

"Kenaikan BBM itu pada sektor hotelan' title='per hotelan'>per hotelan ada dua hal, satu dari sisi operational cost, yang kedua dari sisi marketnya," sebutnya.

Dari sisi operasional, kenaikan harga BBM berpengaruh langsung pada sektor transportasi. Inilah yang akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional hotel dari pasokan bahan pokok.

"Belum lagi untuk keperluan amenities hotel seperti sabun, sandal, bahkan genset hotel. Semua hal ini terkena dampak langsung dari naiknya harga BBM," kata Sumiati.

Baca juga: Bangka Belitung Masuk 10 Besar Provinsi Terbanyak Penderita Diabetes, Simak Penjelasan Kadinkes

Baca juga: Reses Komisi III DPR RI, Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Paparkan Penyelesaian Perkara Cepat

Menurutnya, kenaikan tarif BBM bisa saja memengaruhi jumlah tamu yang akan menginap di hotel.

"Tapi kami tetap memberikan promo-promo dimomen tertentu. Kalau menurun jumlah tamu itu sebetulnya dengan kenaikan BBM ini membuat para pelaku wisata itu memikirkan kembali niatnya untuk berlibur, karena awalnya budget yang disiapkan biasanya jadi kurang," jelasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved