Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sekolah Full Day Dianggap Membosankan, Kak Seto Sebut Sekolah Mesti Pendidikan Ramah Anak

Psikolog anak sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi yang kerap disapa Kak Seto ikut menanggapi soal sekolah full day.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Instagram/kaksetosahabatanak
Kak Seto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Psikolog anak sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi yang kerap disapa Kak Seto ikut menanggapi soal sekolah full day.

Sebelumnya juga, diberitakan penerapan kebijakan pemerintah sekolah 8 jam sehari atau full day di SMA dan SMK mendapat respons beragam dari orangtua, siswa, dan pihak sekolah.

Sekolah 8 jam sehari selama 5 hari kerja itu dianggap membosankan dan berpengaruh terhadap psikologis siswa.

Hal itu diungkap Pembina SMA Setia Budi Sungailiat, Imam saat berkunjung ke Kantor Bangka Pos, Rabu (5/10/2022).

Namun Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ervawi menilai dengan full day, anak-anak akan lebih fokus belajar dan bisa leluasa melaksanakan ekstrakulikuler.

Baca juga: Kasus Rudapaksa Dua Anak Dibawah Umur, Ayah dan Kakek Tiri Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Sempat Berpura-Pura Stres, Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Jamal Mirdad Ternyata Normal

Sementara itu, Kak Seto beranggapan bahwa sekolah itu harus menerapkan pendidikan ramah anak.

"Mohon semua pendidik itu memahami kompetensi sebagai pendidik, salah satu kompetensi itu adalah menjadi sahabat anak. Jangan sampai pendidikan ini berubah menjadi kekerasan karena akan menjadi kontraproduktif," kata Kak Seto saat dihubungi Bangkapos.com, Jumat (7/10/2022).

Kak Seto tak menampik pendidikan ramah anak, sudah dikampanyekan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Dengan motto belajar yang efektif adalah belajar menyenangkan, yang tidak membosankan sehingga membuat anak-anak ada keseimbangan dengan kegiatan di luar akademik. Sisi pendidikan tidak hanya akademik, ada unsur etika, estetika, olahraga, tidak hanya di sekolah," ungkap Kak Seto.

Baca juga: Berkeliaran di Kebun, Buaya 3 Meter Ditangkap Bhabinkamtimas bersama Warga Desa Cengkong Abang

Baca juga: Terungkap Baru Pacaran Sebulan, Kini Alumni Liga Dangdut Steven Jordan Harus Mendekam di Sel Tahanan

Bagi Kak Seto dengan sekolah selama 8 jam sehari itu menghilangkan kesempatan pengembangan aspek-aspek lainnya.

"Sebetulnya tergantung unsur 8 jam, tapi akan efektif kalau ada unsur sarana dan prasarana yang memadai, kemudian juga sikap dari guru yang memposisikan sebagai sahabat anak," kata Kak Seto

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved