Tips dr Aisah Dahlan Agar Menjadi Orang Tua yang Sukses dan Hebat Dalam Mendidik Anak
Tips dr Aisah Dahlan agar menjadi orang tua yang sukses dan hebat dalam mendidik anak.
Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM -- Orang tua merupakan pendidikan pertama anak.
Tumbuh kembang anak di masa kecil sangat ditentukan bagaimana orangtua mendidiknya.
Jika penididikan dari orang tua kurang tepat maka bisa menyebabkan anak tersebut kurang ajar.
Tak bisa dipungkiri bahwa menjadi orang tua itu tidaklah mudah.
Menurut dr Aisah Dahlan, banyak anak yang terjerumus ke dalam berbagai masalah dikarenakan salah pola asuh dan didikan dari orang tua.
Pakar parenting ini mengungkapkan bahwa memiliki hati yang lembut adalah salah satu kunci menaklukkan hati anak.
Jika hati anak sudah tersentuh, maka akan mudah menyampaikan nasihat kepada mereka.
Nasihat inilah yang akan menuntun hidup anak.
Hal itu dia beberkan dalam video di kasnal YouTube YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan CHt yang dilansir Bangkapos.com pada 17 Oktober 2022.
Dokter Aisah mengatakan, memiliki hati yang lembut bagi orang tua tidak bisa muncul begitu saja.
Ada Allah yang mengarahkan dan melembutkan hati kita.
Maka, untuk mendapatkan hati yang lembut ini kita harus sering berdoa dan memohon kepada Allah.
Maka dari itu, kunci untuk menjadi orang tua hebat adalah dengan banyak berdoa kepada Allah.
Dokter Aisah mengatakan bahwa Allah sudah berfirman dalam Surat Al Imran ayat 135 yang artinya bahwa ketika kita mengerjakan perbuatan dosa dan mendhalimi diri sendiri, maka hendaknya kita segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
dr Aisah menambahkan bahwa selain memohon ampun kepada Allah, kita sebagai orang tua juga wajib memaafkan diri sendiri.
Ini akan memberika afirmasi positif kepada diri sendiri dan menumbuhkan rasa tenteram di dalam hati.
Baca juga: Ini yang Dibutuhkan Anak Remaja Perempuan Ketika di Usianya Kata dr Aisah Dahlan
Baca juga: Ternyata Ini yang Paling Dicari oleh Pria dari Wanita, Jangan Salah Kaprah Kata dr Aisah Dahlan
"Ibu dan Bapak, sebelum menasihati anak, kita harus merenung terlebih dahulu. Ingat bahwa kita pun banyak salah. Setelah sadar bahwa kita pun banyak salah, lalu maafkan diri sendiri.
Dengan demikian hati kita pun tenteram," tutur Aisah.
dr Aiyah mengatakjan bahwa ketika hati tenteram, maka kita bisa bersikap lembut kepada anak.
Kita juga tidak akan mudah tersulut emosi, sehingga kata-kata yang muncul dari mulut kita pun lembut tetpai tetap memiliki ketegasan.
"Maka Ibu dan Bapak, orang tua hebat adalah orang tua yang banyak berdoa kepada Allah. Berdoa untuk diri kita dan anak-anak kita.
Tips Menegur Anak
dr Aisah Dahlan juga menjelaskan tips menegur anak.
"Banyak saya lihat orang tua menegur anak, tetapi anaknya bingung. Apa salahku bunda?. Itu terjadi sebenarnya karena kita belum memberi peraturan. Misalnya menegur anak buang sampah sembarangan.
Kalau kita tidak pernah kasih tau jangan buang sampah sembarangan bingung dia," ungkap dr Aisah Dahlan.
Jadi intinya harus terlebih dahulu kita beri peraturan, kalau belum kita kasih tau maka anak bingung.
"Makanya kalau kita mau mengeur kita orangtua harus mengigat dulu pernah kasih tau ngak yah," paparnya.
dr Aisah menjelaskan kita juga tidak boleh membuat label kepada anak.
"Misalnya kamu bodoh, kamu bandel, kamu nakal, kamu jorok, kamu pencuri, kamu penakut ini namanya membuat label, labelnya negatif.
Itu di otaknya anak langsung tertanam itu sangat berbahaya, kalau ibunya bilang anak langsung merekam, karena ibu melahirkan," jelas dr Aisah Dahlan.
Seorang anak selalu berharap siapapun yang mengatai dia tapi berharap ibunya membela dia.
Tetapi kalau ibu yang berbicara, hancur dia tidak lagi ada pegangan lagi.
Maka dia akan mudah mengarah ke yang lebih nakal bahkan berbuat kejahatan lantaran orang tuanya saja sudah tak peduli dan melebelnya yang negatif.
Ingat akhlak anak sama dengan akhlak seorang ibu.
Terus bagaimana kalau sudah terlanjur, orang tua jangan meratapi dan merasa bersalah, itu harus diganti dengan rasa kurang.
Karena kalau rasa bersalah akan berbahaya, buat kita sakit dan paling parah lama-lama menyalahkan Allah.
Tetapi kalau rasa kurang itu bisa diisi.
Diktakan dr Aisah Dahlan di zaman milenial sekarang ini memang berbeda di zaman dulu yang banyak mengadopsi gaya kolonial.
Sehingga wajar banyak keliru dalam pola asuh anak.
Baca juga: Orang Tua Harus Tahu, Ini Waktu Anak Fokus dan Konsentrasi Dilihat dari Usianya Kata dr Aisah Dahlan
Baca juga: Inilah Doa Agar Rumah Tangga Harmonis, Tak Ada Perselingkuhan dan Kekerasan Menurut dr Aisah Dahlan
"Jangan segan-segan orang tua untuk meminta maaf kepada sang anak apabila orangtua melakukan kesalahan," ucapnya
Hal itu akan direkam oleh anaknya dan mereka akan melakukan hal yang sama.
"Nanti anaknya melunjak. ngak itu karena kata-kata kita omongan kita masuk ke telinga anak jalan di badan," ungkapnya.
Harus Dibedakan atau pribadi anak dengan perilakunya.
Kalau perilaku bisa saja salah, tetapi kalau pribadi anak senantiasa baik.
Terus bagaimana menegur anak agar tidak tersinggung menurut dr Aisah Dhalan ada teknik sangat efektif.
Namanya teguran satu menit.
"Menegur anak-anak tidak usah lama-lama bu, itupun dibagi setegah menit menegur perilaku yang keliru, kemudian setengah menit puji perilaku anak sebagai perilaku yang baik," ucapnya
Label yang kita berikan kepada anak akan terekam terus melalui sistem saraf.
"Contoh kita pernah menyebut anak kita pemalas, dulu, itu terekam tersu apalagi kita sampaikan ketika si anak di umur tiga tahun itu adalah golden pariot, perkembangan otaknya sangat kuat," bebernya.
kata dr Aisah Dahlan sebetulnya si anak cerdas, tetapi karena kita bilang pemalas, maka dia pemalas betul, karena terekam di kepalanya.
"Kata ibunya saya tidak pernah bilang dia pemalas lagi. Rupanya omongan kita yang pertama itu sangat membekas.
Untuk itu kita lakukan empat hal, pertama Maafkan diri, kedua minta ampun, ketiga maafkan anak, dan keempat kita minta maaf," pungkas dr Aisah Dahlan.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220305_dr-aisah-dahlan-bahas-cara-mendidik-anak-secara-islami.jpg)