Breaking News:

Kasus Penipuan Casis Bintara Polri Dilakukan Oknum Polisi, Uang Ratusan Juta Melayang

Kakak korban, Melkianus Dami menceritakan kronologi dugaan penipuan yang dilakukan oknum polisi tersebut

Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi Polisi 

BANGKAPOS.COM - Kasus penipuan calon siswa ( casis) Bintara oleh oknum polisi menimpa seorang mahasiswa, Junus Dami.

Cita-cita Junus menjadi seorang anggota polisi berubah menjadi kesedihan mendalam.

Bahkan, penipuan ini menyebabkan uang ratusan juta keluarganya melayang hingga terlilit utang.

Kakak kandung Junus, Melkianus Dami menceritakan kronologi dugaan penipuan yang dilakukan oknum polisi tersebut.

Baca juga: Versi Kuat Maruf, Putri Candrawathi Lemas Lalu Ia Gendong ke Kamar, Rambut Istri Sambo Berantakan

Baca juga: Sering Ucapkan Istilah Sambo ? Biar Nggak Salah Paham Ternyata Ini Artinya

Baca juga: Motif Pembunuhan Wanita di Apartemen Dipicu Dendam Rudolf Terhadap Circle Pertemanan

Baca juga: Dibuka Lowongan Kerja Jadi Asisten Raffi Ahmad, Lihat Deskripsi Pekerjaan dan Kualifikasinya

Semua bermula saat sang adik mecoba mendaftarkan diri sebagai calon siswa Bintara Polri di Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021.

Singkat cerita, Junus bertemu dengan Aipda AA, anggota Polres Rote Ndao.

Melkianus Dami mengatakan adiknya mengikuti tes polisi pada tahun 2021 kemarin dengan mendaftarkan diri sebagai calon siswa Bintara Polri pada Polres Rote Ndao.

Kemudian oknum Anggota Polres Rote Ndao menjanjikan membantu korban untuk lulus menjadi Bintara Polri dengan ketentuan membayar nominal Rp250 juta.

Keluarga korban juga percaya dengan janji dari pelaku dengan pertimbangan masih ada hubungan keluarga.

Kemudian mengusahakan pinjaman dari bank dan koperasi dengan menjaminkan sertifikat dan surat berharga.

Mewakili keluarga, kakak korban kemudian bertemu dengan pelaku kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp225 juta.

Kakak kandung korban, Melkianus Dami memegang kwitansi bukti pembayaran kepada calo casis Bintara Polri usai membuat laporan pengaduan di Bidang Propam Polda NTT, Selasa 18 Oktober 2022
Kakak kandung korban, Melkianus Dami memegang kwitansi bukti pembayaran kepada calo casis Bintara Polri usai membuat laporan pengaduan di Bidang Propam Polda NTT, Selasa 18 Oktober 2022 (POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE)

Kemudian pelaku menuliskan kwitansi dengan nominal Rp250 juta dengan ketentuan uang sisanya Rp25 juta ditukar dengan sebidang sawah seluas satu hektare berisi padi yang siap untuk dipanen.

Namun dalam perjalanannya, korban yang menjalani tes bintara Polri kemudian dinyatakan gugur pada Pemeriksaan Kesehatan Tahap I, sehingga membuat keluarga korban mulai ragu dengan janji dari pelaku.

Keluarga korban yang sudah terlanjur kemudian mencoba meminta kembali uang yang telah diberikan kepada pelaku.

Halaman
123
Sumber: pos-kupang.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved