Minggu, 12 April 2026

Berita Bangka Tengah

Memiliki Banyak Keuntungan, Petani Sawit Merasa Terbantukan dengan Adanya Program PSR

Gapoktan Latih Asri yang diketuai olehnya itu berkesempatan mendapatkan bantuan program PSR dengan total luasan lahan sekitar 34,5 hektar lebih.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
Ist/Gapoktan Latih Asri
Seorang petani yang tergabung dalam Gapoktan Latih Asri Desa Sungkap, Simpang Katis, Bangka Tengah saat mengecek kebun sawit dari dari program PSR beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau disebut juga dengan istilah replanting memberikan berkah tersendiri bagi para petani sawit.

Tak terkecuali bagi petani yang ada di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Misalnya yang dirasakan oleh Mintaria (49). Pria yang kerap disapa Pak Min itu merupakan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Latih Asri di Desa Sungkap, Kecamatan Simpang Katis.

Kepada Bangkapos.com, Selasa (25/10/2022), Pak Min mengaku sangat terbantu dengan adanya program PSR tersebut.

Pasalnya, pada tahun 2021 lalu, Gapoktan Latih Asri yang diketuai olehnya itu berkesempatan mendapatkan bantuan program PSR dengan total luasan lahan sekitar 34,5 hektar lebih.

"Ada 15 Poktan (Kelompok Tani) yang tergabung di Gapoktan kami dan yang menerima manfaat program PSR itu ada 29 petani yang memang kebun sawitnya sudah tidak produktif lagi atau sudah tua," ucap Pak Min.

Kata dia, 29 orang petani tersebut memiliki luasan lahan kebun sawit yang berbeda-beda.

"Bervariasi lah luasnya, dari 1,5 hektar sampai 3 hektar yang paling banyak," sambungnya.

Pak Min berujar, manfaat program PSR ini pun sangat kerasa. Pasalnya, setiap hektar lahan kebun sawit mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta dalam bentuk bibit bersertifikat unggul dan pupuk berkualitas.

"Selain itu, biaya seperti tumbang ciping dan pengawasannya juga diupah kepada pekebun itu sendiri. Makanya ini sangat banyak manfaatnya," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya sangat disayangkan kalau memang ada masyarakat yang lahan pertaniannya sudah produktif namun tidak mengikuti program ini.

"Enaknya, selain dapat bantuan-bantuan, proses penanaman sawit yang baru pun akan diawasi oleh penyuluh. Jadi sudah ditentukan jarak tanam antar pohon, besar lubang tanam supaya tumbuhnya bagus," terangnya.

Diakuinya, saat ini sawit-sawit petani dari program replanting yang tergabung dalam Gapoktan Latih Asri tersebut sudah menunjukan pertumbuhan yang sangat baik

"Sebenarnya baru nanam kembali itu bulan Juni lalu, berarti sekarang hitungannya udah 4 bulan. Tapi Alhamdulillah sekarang pertumbuhannya bagus karena memang bibitnya berkualitas dan diawasi dengan baik progresnya," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved