Berita Bangka Selatan
Guru BK SMPN 1 Toboali Berikan Layanan Konseling Bagi Peserta Didik yang Mengalami Permasalahan
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Toboali Bangka Selatan (Basel) membuka konsultasi khusus bagi peserta didik yang memiliki permasalahan.
Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Toboali Bangka Selatan (Basel) membuka konsultasi khusus bagi peserta didik yang memiliki permasalahan, di dalam maupun di luar sekolah melalui guru Bimbingan konseling (BK).
Hal tersebut mengantisipasi adanya kecenderungan yang terjadi pada peserta didik dan membuatnya termenung ketika di berada dilingkungan sekolah.
Seperti diungkapkan guru Bimbingan Konseling (BK) Linda Rismawati, pihaknya selalu membuka ruang bagi peserta didik ada masalah.
"Ya kami sebagai guru selalu mengawasi peserta didik, apalagi selama berada di lingkungan sekolah. Mereka dalam pengawasan kami, bila mereka memiliki masalah bisa konsultasi kepada kami langsung," kata Linda kepada Bangkapos.com, Rabu (26/10/2022).
Menurutnya selama tahun 2022 ini, ada peserta didik yang mengalami masalah selama satu bulan dan dilakukan pembimbingan
"Ada kemarin satu siswi kita, dia ini sering nangis ketika berada di sekolah. Tapi setelah saya panggil, serta kasih pengarahan Alhamdulillah siswi itu sudah mendingan dan mau bicara terkait permasalahannya," ucap Linda.
"Kalau masalah pastinya dia tidak mau cerita tapi ketika saya panggil ke ruang BK, siswi tersebut langsung nangis dengan puas dan mulai tidak melakukan hal yang sama sebelum dilakukan bimbingan oleh guru BK," tambahnya.
Linda mengungkapkan permasalahan yang terjadi pada setiap peserta didik, bisa terjadi dari pihak keluarga maupun luar yang dapat mempengaruhinya.
"Bermacam-macam pak kadang kita temui, tapi rata-rata permasalahannya biasa dan kami langsung atasi agar permasalahannya selesai," ungkap Linda.
Lebih lanjut ia bersama guru BK lainnya, selalu memberikan arahan ataupun pengertian bagaimana sikap ketika mendapatkan suatu permasalahan.
"Tetap kita kasih pengertian dan pemahaman tujuannya agar peserta didik kami paham, bagaimana menyikapi sebuah permasalahan dan harus sesegera diselesaikan," kata Linda.
Ia berharap adanya dukungan orang tua, untuk bersama-sama mengawasi dan mengontrol perilaku setiap anak ketika berada dirumah maupun di luar rumah.
"Harapan kami ya ada kerjasama antara guru dan orang tua, karena kalau di sekolah tanggung jawab kami. Akan tetapi kalau mereka sudah keluar dari lingkungan sekolah, itu tanggung jawab orang tua tapi kami tetap mengawasi juga," harap Linda.
Sementara di SMP Negeri 1 Toboali untuk guru bimbingan konseling ada sebanyak 4 orang, dan jumlah peserta didik kurang lebih 700 orang. (Bangkapos.com/Adi Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221026-guru-bk.jpg)