Breaking News:

PPPK 2022

INFO PPPK 2022, Kemenpan RB Tetapkan 2 Kategori Pelamar Prioritas Untuk Tenaga Kesehatan

Dua kategori pelamar ini akan mendapat prioritas pada rekrutmen PPPK untuk tenaga kesehatan tahun 2022.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Peserta mengikuti seleksi kompetensi pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMA Negeri 1 Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (13/9/2021). Pemerintah kembali akan membuka seleksi PPPK 2022 untuk tenaga guru, kesehatan dan tenaga teknis. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Dua kategori pelamar ini akan mendapat prioritas pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga kesehatan (nakes) tahun 2022.

Pelamar prioritas tersebut yakni, eks tenaga honorer Kategori II yang terdaftar di database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kemudian, tenaga kesehatan non-ASN yang terdaftar di Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) Kementerian Kesehatan.

“Jadi prioritas diberikan kesempatan terlebih dahulu kepada THK II serta non-ASN yang terdaftar di SISDMK dan kemudian kita berikan afirmasi-afirmasi,” kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB) Alex Denni dikutip dari laman resmi Kementerian PAN-RB, Senin (31/10/2022).

Alex Deni mengatakan  pemerintah segera menggelar rekrutmen PPPK untuk jabatan fungsional tenaga kesehatan.

Sebelumnya, penmerintah telah menetapkan kebutuhan pengadaan PPPK 2022 sebanyak 522.224 formasi.

Baca juga: Pendaftaran PPPK Guru 2022 Molor, Jadwal Kemendikbud Belum Disetujui Panselnas

Dari total penerimaan ASN 2022 sebanyak 530.028 orang, terdiri dari instansi pusat sebanyak 90.690 dan instansi daerah sebanyak 439.338.

Rincian kebutuhan daerah sebanyak 319.716 PPPK Guru, 92.014 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 27.608 PPPK Tenaga Teknis.

Rekrutmen PPPK nakes tahun 2022 ini disampaikan melalui Keputusan Menteri PAN-RB No. 968/2022 tentang Mekanisme Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan.

Alex mengungkapkan, dalam prosesnya nanti, pemerintah memberikan afirmasi berupa penambahan nilai pada kompetensi teknis untuk sejumlah pelamar dengan kriteria tertentu.

Kriteria tersebut antara lain, pertama, melamar pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan kriteria terpencil dan sangat terpencil.

Kedua, berusia di atas 35 tahun dan memiliki masa kerja paling singkat 3 tahun secara terus menerus.

Ketiga, penyandang disabilitas.

Keempat, melamar di fasilitas kesehatan tempat bekerja saat ini sebagai non-ASN.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved