Breaking News:

Pengacara Brigadir J Martin Lukas Simanjuntak Kasihan Susi ART Sambo Bisa Terancam Pidana 9 Tahun

Tim Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengaku prihatin dan sedih dengan sikap ART Ferdy Sambo, Susi saat memberikan keterangan

YouTube TV One
Lukas Martin soal ART Ferdy Sambo Susi 

BANGKAPOS.COM - Tim Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengaku prihatin dan sedih dengan sikap ART Ferdy Sambo, Susi saat memberikan keterangan dalam persidangan.

Diketahui Susi dihadirkan sebagai saksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Senin (31/10/2022).

Namun saat persidangan Susi justru menunjukkan gerak-gerik aneh kala menjawab sejumlah pertanyaan majelis.

Susi terkesan sering mendadak diam, berbicara berjeda, hingga mengeluarkan keterangan yang berbeda-beda.

Tak cuma itu, cara Susi menjawab pertanyaan majelis hakim dan jaksa pun terbilang aneh dan tak biasa.

Hal itu pulalah yang dikuliti oleh Martin Lukas Simanjuntak.

Diungkapnya cara Susi menjawab pertanyaan saat sidang bak sudah ada yang memberi komando.

"Susi ini kalau saya lihat dari dia ngomongnya siap, siap, itu seperti bahasa komando, dugaan saya Susi berangkat dari rumah sudah membawa satu cerita yang didoktrin dari orang," ujar Martin Lukas Simanjuntak melansir dari TV One, Senin (1/11/2022).

2022111 Lukas Martin soal ART Ferdy Sambo Susi
Lukas Martin soal ART Ferdy Sambo Susi

Lukas mengatakan ujaran 'siap, siap,' seperti yang selalu dijawab Susi terbilang tak biasa digunakan para wanita.

"Kata-kata siap itu tidak lumrah disampaikan perempuan, itu kata laki-laki yang biasa mengomando," kata Martin Lukas Simanjuntak.

Baca juga: VIRAL Susi ART Ferdy Sambo Dicurigai Pakai Handsfree Saat Sidang, Kok Selalu Beri Keterangan Beda

Martin mengatakan Susi bak telah diperintahkan untuk menutup kejadian sebenarnya dengan kebohongan-kebohongan lain yang justru bisa saja jadi boomerang untuknya.

"Saya kasihan dan prihatin cerita yang dibawa Susi rencana akan dia sampaikan dia tidak tahu ketika dia menyampaikan itu dipersidangan dia terancam hukuman 9 tahun. Saya kasihan karena dia tidak tahu apa konsekuensi dari tindakan dia (berbohong)," jelas Martin.

Namun dikatakannya, Susi bisa saja dijerat dan dinaikan status menjadi tersangka, sebagai hukuman agar Susi bisa kredibel dan independen memberikan keterangan asli di kemudian hari.

"Tapi secara penegakan hukum tidak ada cara lain selain menerapkan pasal 174 ayat 2 KUHAP yakni penahanan di patsuskan untuk ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, tapi setahu saya nggak ada saksi ditangkap, saksi harus dinaikan dulu statusnya jadi tersangka," terang Martin Lukas Simanjuntak.

Martin Lukas Simanjuntak pun menyangsikan segala ujaran yang disampaikan Susi hingga keterangan berubah-ubah.

" Susi awalnya bilang dia sudah melihat langsung Yosua membopong ibu (Putri Candrawathi) cara paksa, tapi dia bilang lagi di dapur, nah gimana dia bisa ngelihat? Nah pas ditanya dia bilang lagi enggak ngelihat ahnya menduga-duga. Di tanggal 5 mereka ke mall sama-sama, ada Susi, Yosua, Richard, rame-rame, nggak ada orang yang habis dilecehkan seksual besoknya ke mall bareng, trus besoknya ada peryaan pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, kalau terjadi pasti Putri Candrawathi sudah mengadu," kata Martin.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved