Rabu, 20 Mei 2026

Kejam, Ayah Kandung Bunuh Putrinya yang Berseragam Merah Putih, Ngaku Dirasuki Setan

Namun, Rizky tega membacok putrinya yang dikenal guru dan teman-teman sebagai siswi cerdas.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Pelaku bernama Rizky saat dihadirkan dalam jumpa pers, Rabu (2/11/2022). 

BANGKAPOS.COM - Entah apa yang membuat Rizky Noviyandi Achmad alias RNA (31) kalap menghabisi nyawa anak kandungnya, KPC (11).

Padahal, KPC tak melakukan kesalahan apapun.

Namun, Rizky tega membacok putrinya yang dikenal guru dan teman-teman sebagai siswi cerdas.

Saat polisi menunjukkan seragam sekolah KPC, Rizky tak kuasa menahan tangis.

Dia begitu menyesali perbuatannya, setelah membunuh siswi kelas VI SD tersebut, Selasa (1/11/2022) pagi.

Pelaku terlebih dulu membacok istrinya, NI (31) hingga kritis di kediaman mereka, Klaster Pondok Jatijajar, Tapos, Kota Depok.

Anak bungsunya insial MPA yang masih berusia 1,5 tahun lolos dari pembunuhan itu.

Rizky kini hanya bisa meratapi nasibnya di balik jeruji besi Polres Metro Depok

Sebelum melakukan perbuatannya, malam hari itu, Rizky mengonsumsi sabu bersama teman-temannya.

Pagi harinya, saat pulang ke rumah, pelaku melihat putrinya sudah mengenakan seragam putih merah dan istrinya.

Lantas NI dan Rizky terlibat cekcok setelah sang istri bertanya kepada pelaku kenapa baru pulang.

Cekcok di pagi buta tersebut pun membuat NI akhirnya meminta cerai kepada Rizky Noviyandi Ahmad.

Rizky dalam pengaruh narkoba semakin tersulut dengan ucapan sang istri.

"Sebelumnya pas malamnya sebelum tidur, pakai (sabu) di rumah teman.

Saat (kejadian pembacokan) itu mungkin setan yang merasuki diri saya," kata tersangka Rizky Noviyandi Achmad di Polres Metro Depok, Rabu (2/11/2022).

Kekesalannya semakin menjadi karena anak sulungnya tidak menjawab pertanyaan.

Rizky menduga anaknya sudah dipengaruhi sang istri.

“Saya tanya enggak pernah jawab, saya tegur saja dia cuek aja gitu, saya emosi,” kata Rizky.

“Saat itu (hari kejadian) saya ngomong ke anak saya, ‘Key dengar ayah mau bicara’, tapi dihiraukan malah buang muka, akhirnya dari situ saya muncak,” kata Rizky.

Tak pikir panjang, Rizky langsung mengambil golok yang berada di bawah meja ruang tamu dan langsung mambacok istrinya hingga kritis.

“Spontan saya lihat golok di bawah meja, langsung saya bacok istri saya di leher,” katanya.

Setelah membacok leher istrinya, Rizky melihat anaknya KCP lari.

Ia lantas mengejarnya dan langsung mengayunkan goloknya.

KPC, yang sudah mengenakan seragam sekolah dasar putih-merah, tewas karena mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, mata, leher, hingga tangan, dan beberapa jari putus.

Alasan pelaku

Rizky mengaku melakukan hal itu lantaran merasa sebagai kepala rumah tangga tidak lagi dihargai dan kerap dibuat kesal oleh istri dan anaknya.

"Cerita saya sama istri dan anak itu dari dulu selama perjalanan saya sama dia sering dibuat kesal mulu saya," ujar tersangka Rizky.

"Tidak pernah dihargai, saya sebagai laki-laki sering dinjak-injak harga diri saya. Tetapi saya juga mengaku saya salah," lanjut dia.

Ditanya ihwal kenapa ia juga membantai anaknya yang tak bersalah, dia mengaku khilaf.

"Saya khilaf, karena itu dia sudah saya sekolahkan dan didik dengan pengajian dan les segala macam, tapi selalu tidak menjawab kalau saya tanyain," jelasnya.

Namun, emosinya tersebut hanya berujung penyesalan.

Ia kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hidup di balik jeruji besi.

Rizky hanya bisa menangis saat polisi memperlihatkan barang bukti seragam SD anaknya yang berlumur darah.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar memperlihatkan seragam milik KCP yang penuh noda darah kepada Rizky Noviyandi Achmad.

"Itu ada barang bukti seragam anakmu, kamu lihat hasil perbuatanmu itu," kata Imran.

Menanggapi ucapan Kapolres Metro Depok, pelaku hanya bisa menunduk, menangis, sambil beberapa kali mengucapkan maaf.

"Jangan minta maaf ke kami. Kamu bayangkan ini seragam ini, bertaubat kamu," ucap Kapolres melihat reaksi pelaku.

"Itu anak kandungmu yang kamu habisi, apa salah dia," timpal Imran lagi.

Sambil terus menangis, Rizky Noviyandi Achmad lalu mengaku khilaf.

Kondisi terkini NI setelah dibantai suaminya diungkap kakak ipar korban, Fahmi (42).

Fahmi mengungkapkan kondisi NI saat ini sudah mulai sadar.

"Ibunya Alhamdulillah sudah sadarkan diri dan mau dirujuk ke Rumah Sakit Polri dari Sentra Medika," kata Fahmi.

Fahmi mengatakan, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri karena perlu penanganan lebih lanjut terkait luka dalam.

"CT Scan, karena ada luka dalam yang Sentra Medika tidak bisa menangani akhirnya dirujuk ke RS Polri," tuturnya.

NI sempat dijenguk Imran Edwin Siregar di Rumah Sakit Sentra Medika, Kota Depok, Selasa (1/11/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di RS, Imran Edwin Siregar langsung ke ruang tempat korban tengah di rawat untuk melihat kondisi korban yang hingga kini mendapat perawatan intensif.

Selama di RS, Imran Edwin Siregar juga sempat bertemu dengan pihak keluarga korban dari kejadian mengerikan tersebut.

Imran pun turut menyampaikan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa korban.

"Semoga korban diberikan ketabahan dan kesabaran serta lekas diberikan kesembuhan," Imran.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved