Selasa, 14 April 2026

Berita Pangkalpinang

Populasi Ikan Endemik Bangka Belitung Berkurang, Ini Sebabnya

Perubahan benteng alam akibat tambang timah dan kebun kelapa sawit menjadi satu dari pemicu berkurangnya populasi ikan endemik di Bangka Belitung.

Editor: Novita
istimewa/dokumentasi Landa
Ikan kelik putih di Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XVII BKSDA Sumatera Selatan Ahmad Fadhli menyebut, perubahan benteng alam akibat tambang timah dan kebun kelapa sawit menjadi satu dari pemicu berkurangnya populasi ikan endemik di Bangka Belitung.

"Habitat rusak, jadi otomatis populasi ikan terganggu," kata Fadhli kepada Bangkapos.com Kamis (3/11/2022) sore.

Menurutnya, untuk bertahan hidup dan mempertahankan populasinya, habitat ikan mesti terjaga agar mereka dapat berkembang biak dengan baik.

Sehingga, maraknya pertambangan timah dan pembukaan kebun kelapa sawit membuat habitat ikan rusak.

Fadhli mengatakan, wewenang penanganan ikan air tawar dan ikan endemik Bangka Belitung berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Dinas Perikanan setempat.

"Untuk lebih jelasnya, mungkin bisa ditanyakan ke KKP-nya karena otoritasnya ada di mereka," ucapnya.

Karena hal itu, pihaknya tak bisa menjelaskan lebih jauh mengenai ikan air tawar di Bangka Belitung.

Namun jika membicarakan tentang ikan atau mamalia di lautan, BKSD memegang peranan yang utuh.

"Beberapa jenis ikan ada wewenangnya masing-masing. Di kami itu seperti hewan laut, contohnya lumba-lumba, ikan duyung, penyu, dan lainnya. Sedangkan kalau ikan air tawar itu ada di KKP," jelasnya.

Kendati tak punya otoritas penuh terhadap penanganan ikan air tawar, pihaknya memastikan akan tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga populasi ikan endemik Bangka Belitung, serta ikut menjaga alam, agar kelestarian habitat makhluk hidup dapat terjaga.

"Untuk sosialisasi, kami tetap. Tapi kalau sudah penanganan dan evakuasi itu lebih ke KKP karena wewenangnya mereka," ujarnya. (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved