Berita Pangkalpinang
Beasiswa dari Pemprov Babel Segera Cair, Perguruan Tinggi Sambut Baik, Simak Tanggapan Para Rektor
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memastikan dana beasiswa mahasiswa kurang mampu yang mandek akan segera cair.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memastikan dana beasiswa mahasiswa kurang mampu yang mandek akan segera cair.
Direktur Politeknik Darma Ganesha Belitung, Yudhi Darma menyambut baik pencairan dari beasiswa tersebut.
"MoU kemarin adalah tindak lanjut dari solusi Pemprov untuk mengatasi persoalan beasiswa kita. Alhamdulillah saat ini progress yang sangat baik," kata Yudhi, Jumat (4/11/2022) sat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Menurutnya, jumlah mahasiswa di Politeknik Darma Ganesha Belitung yang menerima beasiswa ini ada kisaran 20 orang.
'Kalau pencairan secara teknis nanti pihak pemprov, kami selanjutnya menunggu SPK antara leading sector dengan setiap perguruan tinggi," kata Yudhi.
Sambutan baik juga disampaikan oleh Rektor Universitas Bangka Belitung Dr Ibrahim saat dihubungi terpisah oleh Bangkapos.com.
"Memang kemarin kita menandatangani nota kesepakatan bersama dalam rangka pemberian bantuan beasiswa untuk mahasiswa Babel dari pemprov.
Sempat tertunda beberapa bulan karena ada perpindahan pengelolaan dari dinas pendidikan ke Kesra, ada pergeseran secara administratif.
Kemarin itu, kita anggap sebagai proses penyelesaian dan dengan adanya kesepakatan itu diharap segera untuk realisasi pemberian beasiswa," ungkap Ibrahim.
Dia membeberkan untuk beasiswa dari pemprov, UBB setiap tahun mendapat alokasi sebanyak 50 mahasiswa.
"Terhitung semester genap kemarin, total penerima beasiswa pemprov itu ada sekitar 159 orang, terdiri beberapa angkatan. Beasiswa ini modelnya memberikan bantuan pembayaran UKT senilai Rp2,4 juta, ini ditanggung sampai semester 8," katanya.
Ibrahim berharap beasiswa ini ditingkatkan pasalnya beasiswa ini sangat dibutuhkan untuk mendorong angka partisipasi pendidikan tinggi di Bangka Belitung.
"Seperti kita ketahui bahwa saat ini Babel berada pada posisi paling bawah untuk angka partisipasi pendidikan tinggi, jauh di bawah rata-rata. Artinya pemberian beasiswa untuk mendorong akses terhadap perguruan tinggi," ungkap Ibrahim.
Dia menyadari urusan perguruan tinggi bukan menjadi kewenangan mutlak dari pemprov tapi pemerintah pusat.
"Tentu pemberian beasiswa dilakukan selektif, indikator juga jelas, saya kira program ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendorong angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia Bangka Belitung," katanya.
Bakal Segera Cair
Beasiswa mahasiswa kurang mampu pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang mandek mulai ada titik terang.
Pasalnya beasiswa yang menyerap anggaran Rp9 miliar itu akan segera cair.
Hal ini menyusul, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin yang sudah melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan 15 Perguruan Tinggi di Bangka Belitung, Kamis (3/11/2022).
"Ini lah, MoU ini adalah lanjutan yang itu (pencairan beasiswa yang mandet-red), segera lah (waktu pencairan-red)," kata Ridwan.
Sebelumnya diberitakan, mandeknya pencairan beasiswa dari pemerintah provinsi itu karena ada perubahan dalam proses pencairannya, yang awal melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Bangka Belitung harus beralih ke Biro Kesra Pemprov Bangka Belitung.
Perubahan aturan pencairan itu karena adanya evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendari).
Kepala Biro Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), Saimi mengatakan beasiswa ini diusahakan bisa cair pada bulan November 2022.
Namun saat ini masih menunggu peraturan gubernur sebagai aturan pencairan dana itu difasilitasi oleh Kemendagri.
Saat ini peraturan gubernur sudah rampung dibahas di pemerintah provinsi dan sudah berada di Kemendagri.
"Aturan selesai dulu baru bisa dicairkan, semoga segera, kita berharap November," kata Saimi, Jumat (4/11/2022).
Dalam pencairannya, dia membeberkan mekanisme berbeda antar beasiswa mahasiswa yang kuliah di luar daerah dan di Bangka Belitung.
"Kalau di luar provinsi ada yang di UNY dan Polbangtan disalurkan ke perguruan tinggi, biaya hidup ke rekening mahasiswa, ada juga Tazkia langsung disalurkan ke satuan pendidikannya. Sedangkan untuk di provinsi, hanya dapat UKT dan SPP langsung ke perguruan tinggi," katanya.
Dari anggaran Rp9 miliar itu dialokasikan untuk mahasiswa asal Bangka Belitung sejumlah 728 orang.
"Dari pergub yang kami bahas, itu sudah bisa mengakomodir baik mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Beasiswa ini kita selesaikan dulu sampai 2024, sampai mahasiswa lulus (8 semester-red), kalau kondisi sudah normal nanti pergub mungkin bisa dirubah lagi," jelas Saimi.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yudhi-darma-ni_20160528_202807.jpg)