Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penjualan Mulai Meningkat di 2022, Pedagang di Pangkalpinang Sebut Pembeli Masih Belanja Secukupnya

Para pedagang sayuran di Pangkalpinang juga menyebut kondisi saat ini cendrung stabil dibandingkan dua tahun lalu, sekitar 2020 dan 2021.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Aktivitas jual beli di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, Rabu (9/11/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perekonomian Bangka Belitung cenderung positif di tengah ancaman resesi global.

Kondisi ini pun diakui oleh para pedagang sayuran di Kota Pangkalpinang, yang turut merasa mulai adanya peningkatan daya beli masyatakat di tahun 2022.

Para pedagang juga menyebut kondisi saat ini cendrung stabil dibandingkan dua tahun lalu, sekitar 2020 dan 2021, di mana penjualan para pedagangan merosot drastis menurunan hingga 50 persen.

"Alhamdulillah kalau tahun ini 2022, penjualan kita mulai agak stabil atau meningkat jika dibandingkan tahun lalu, Waktu corona ( Covid-19) sedang naik-naiknya, penjualan benar-benar turun 50 persen dari biasanya," tutur Rahma, pedagang di Pasar Induk Pembangun Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Rabu (9/11/2022).

Meski cendrung mengalami peningkatan daya beli, Rahma menyebut saat ini masyarakat hanya membeli bumbu dapur sesuai dengan kebutuhan.

"Dari segi transksi penjualan memang belum seperti dulu. Kalau dulu masyarakat beli kebutuhan bumbu dapur ini per kilo, tetali sekarang mereka (pembeli, red) hanya beli per ons saja sesuai kebutuhan," imbuhnya.

Diakui Rahma, harga komoditi sayuran yang cenderung naik turun turut memengaruhi daya beli masyarakat.

"Kalau sepanjang 2022 ini, waktu bulan Mei harga komoditi yang naik drastis, di mana cabai di angka Rp100 ribu per kilogram, ini penjualan turun, dan sekarang untuk (harga) cabai ini sudah turun dan penjualan pun sudah sedikit stabil," bebernya.

Hal senada dikatakan Dodi, pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang. Dia mengatakan, kondisi penjualan sepanjang tahun 2022 mulai kembali stabil dibandingkan dua tahun terakhir.

Kini dia bisa menjual bumbu dapur hingga 70 kilogram per harinya.

"Kalau dulu waktu Covid turun drastis penjualan kita, hampir setengahnya. Waktu itu hanya setengahnya, 30 kilogram per hari," ucap Dodi.

"Walalupun sudah sedikit stabil, tapi memang untuk pembeli biasanya per kilogram, sekarang hanya beli secukupnya," tambahnya. ( Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved