Breaking News:

11.000 Karyawan Facebook di PHK, Mark Zuckerberg Mengaku Salah, Janjikan Beri Pesangon 4 Bulan Gaji

CEO Meta, Mark Zuckerberg umumkan 11.000 pegawai Facebook atau Meta di PHK dengan kompensasi pesangon 4 bulan gaji

Editor: Hendra
CNBC
CEO Facebook, Mark Zuckerberg 

BANGKAPOS.COM - CEO Meta, Mark Zuckerberg menyesal karena telah mengambil keputusan dan kebijakan salah dalam bisnisnya selama Covid-19.

Imbasnya sebanyak 11.000 karyawan Facebook atau Meta terpaksa melakukan pemutusahan hubungan kerja ( PHK) massal.

Mark Zuckerberg dengan sangat menyesal dan meminta maaf atas terjadinya PHK massal tersebut.

Pengumuman PHK massal kepada 11.000 karyawan Facebook atau Meta itu disampaikannya pada Kamis (9/11/2022) pagi waktu Amerika Serikat yang dibagikannya lewat di blog resmi Meta (AboutFB.com).

Selain mengakui salah dan menyesal, Mark Zuckerberg berjanji akan bertanggungjawab dengan nasib 11.000 karyawan Facebook.

Ia akan memberikan kompensasi atau uang pesangon kepada karyawan Facebook atau Meta yang terkena PHK.

Dikutip bangkapos.com dari Kompas.com, berikut penjelasan dan permintaan maaf Mark Zuckerberg atau PHK massal kepada 11.000 pegawai Facebook atau Meta 

"Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang pernah kami buat dalam sejarah Meta. Saya memutuskan untuk memangkas tim kami sekitar 13 persen dan melepaskan lebih dari 11.000 karyawan berbakat kami. Kami juga mengambil sejumlah langkah tambahan untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping dan efisien dengan memotong pengeluaran yang tidak perlu dan memperpanjang penangguhan perekrutan pegawai baru kami hingga kuartal pertama 2023.

Saya bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana Meta akhirnya sampai di sini (melakukan PHK massal). Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya sangat menyesal kepada mereka yang terdampak atas kondisi ini."

Akui salah strategi

Mark Zuckerberg mengakui bahwa PHK massal yang berdampak pada 11.000 Metamates (julukan karyawan Meta) ini adalah karena ia salah strategi dalam menghadapi perubahan di tengah pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan saat awal pandemi, semua aktivitas beralih ke sarana online, termasuk dalam tren belanja yang bergeser ke arah belanja online lewat marketplace.

Mark Zuckerberg mengira pandemi covid-19 akan bertahan dalam jangka panjang.

Memanfaatkan momen tersebut, ia pun kemudian menggelontorkan banyak dana alias meningkatkan investasi secara signifikan di aspek belanja online.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved