Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penginapan dan Kos-kosan di Pangkalpinang Rawan Tindak Asusila, 6 Pasangan Terjaring Operasi Pekat

Diakui Efran tempat penginapan, kos-kosan di Pangkalpinang masih rawan tempat terjadinya pelanggaran hukum maupun asusila.

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
bangkapos.com
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM--Sedikitnya ada enam pasangan bukan suami istri yang terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar tim gabungan terdiri dari Kepolisian TNI dan Satpol PP.

Adapun razia operasi pekat ini sudah berlangsung sejak 20 Oktober hingga 8 November kemarin.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Efran kepada bangkapos.com ada 12 orang muda-mudi yang terjaring operasi pekat lantaran tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah sebagai pasangan suami istri.

“Terdapat enam pasangan bukan suami-istri kita dapati dalam operasi pekat ini. Mereka tidak dapat menunjukan dokumen sebagai pasangan resmi,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (11/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, diakui Efran tempat penginapan, kos-kosan masih rawan tempat terjadinya pelanggaran hukum maupun asusila.

Buktinya enam pasangan muda-mudi bukan pasangan suami istri ini diamakan dari tempat penginapan hingga kos-kosan yang tersebar di tujuh Kecamatan di Pangkalpinang.

“Karena yang memang sering dan diindikasi dijadikan tempat berbuat asusila adalah penginapan, kos-kosan dan hotel. Tempat-tempat itu rawan terjadi pelanggaran hukum maupun asusila,” jelas Efran.

Menariknya lagi, mayoritas pasangan bukan suami istri yang diamankan sebagian besar bukan merupakan warga Kota Pangkalpinang.

Dikatakan Efran dirinya juga sering mendapat laporan dari warga soal pasangan muda-mudi yang ngumpul di kos-kosan atau penginapan.

Sehingga pihaknya sering melakukan razia ke lokasi yang dilaporkan untuk memastikan laporan warga tersebut.

Dengan kegiatan tersebut setidaknya mengurangi tingkat kejahatan dan perbuatan maksiat yang kerap meresahkan masyarakat.

“Memang sudah banyak laporan masyarakat ke kita, terutama di kos-kosan maupun penginapan yang terindikasi rawan dijadikan tempat asusila,” ujarnya.

Untuk keenam pasangan yang bukan suami istri lanjut Efran tidak diberikan sanksi, hanya dilakukan pembinaan.

" Sementara kita berikan pembinaan identitasnya didata dan kita minta membuat surat pernyataan, tidak mengulangi perbuatannya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved