Breaking News:

Kuliner

Ternyata Produk Olahan Ikan di Sentra IKM Kurau Sudah Masuk e-Commerce, Alagfry Berikan Dukungan

IKM pengolahan hasil perikanan yang berada di Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) diklaim telah meramba dunia digital

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Menparekraf RI, Sandiaga Uno saat membeli produk olahan ikan di sebuah Sentra IKM Desa Kurau Barat, Koba, Bangka Tengah beberapa waktu lalu. (Bangkapos.com/Dok) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sentra industri kecil menengah ( IKM) pengolahan hasil perikanan yang berada di Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) diklaim telah merambah ke dunia digital marketing melalui sejumlah sistem perdagangan via elektronik atau online (e-commerce).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Bangka Tengah, Ali Imron, Senin (14/11/2022), memastikan hal itu.

Meski begitu, baru sebagian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM )saja yang sudah memasarkan produknya ke e-commerce .

Pelaku UMKM yang dimaksud antara lain adalah Bahek Ewaki, Cie Cie dan Didi Gurih yang sudah menerapkan digital marketing.

"Ada yang sudah memasarkan di Shopee, Bukalapak dan semacamnya. Ada juga yang memasarkan di Facebook, Instagram dan lain-lain. Tetapi ada juga yang masih menggunakan sistem penjualan secara konvensional," ucap Ali, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, kebanyakan pelaku UMKM yang sudah memasarkan produknya melalui e-commerce tersebut adalah yang memiliki karyawan anak-anak muda.

Pasalnya, sebagian besar pelaku UMKM rumahan itu adalah para ibu-ibu yang sudah lanjut usia dan memiliki keterbatasan dalam menggunakan peralatan komunikasi moderen.

"Dan memang yang memasarkan produknya di e-commerce itu sudah bisa menjual hingga ke luar Bangka Belitung seperti Kalimantan, Jakarta, Lampung dan masing banyak lagi," jelasnya.

Lebih lanjut kata Ali, bahwa saat ini pihaknya sedang mencoba melakukan penjajakan menggunakan JNE, sebuah jasa pengiriman ternama.  JNE sendiri memiliki program subsidi biaya pengiriman barang. 

"Saat ini kami masih dalam tahap penjajakan. Nantinya kalau memang terjalin perjanjian kerjasama, pelaku UMKM di Bangka Tengah bisa mendapatkan ongkos kirim yang lebih murah," katanya.

Di samping itu, secara bertahap pihaknya akan melakukan kegiatan pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM karena memang saat ini sudah eranya industri 5.0.

Sementara itu pengembangan UMKM di era saat ini dan yang akan datang harus menerapkan 3 Go yakni, Go digital, go inovation dan go colaboration.

"Kalau secara serempak memang kami belum pernah (melaksanakan pelatihan digital marketing -red). Tapi kami menggandeng sejumlah pihak, salah satunya melalui mahasiswa KKN," katanya.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Senin (14/11/2022) menyebutkan bahwa tugas pemerintah daerah adalah memberikan dukungan kepada pelaku UMKM.

Dia memastikan, beberapa pelaku UMKM di Desa Kurau Barat itu memang telah memiliki jejaring pembeli yang berasal dari luar Pulau Bangka Belitung.

"Omset pelaku UMKM di Kurau Barat itu besar, apalagi saat lebaran karena produknya sudah dibeli oleh orang-orang dari Jambi, Riau, Palembang, Bogor, Bekasi dan lain sebagainya," kata Algafry.

Selama ini Pemkab Bangka Tengah telah memberikan bantuan berupa peralatan atau fasilitas penunjang produksi seperti tempat masak dan semacamnya.

Intinya ia dipastikan mendorong pelaku UMKM tersebut agar terus belajar dalam memasarkan produknya secara digital marketing. "Masalah digitalisasi dan packaging memang perlu terus terus kita latih," katanya. ( Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved