Breaking News:

Berita Belitung

Belitung Tuan Rumah Pertemuan Internasional Sawit Keberlanjutan, Dubes Tujuh Negara Pastikan Hadir

Pemerintah Kabupaten Belitung terus berkoordinasi dengan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri yang menginisiasi pertemuan ISPO 2022.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Rapat persiapan pertemuan ISPO 2022 di Ruang Rapat Bupati Belitung, Rabu (16/11/2022). Belitung bakal menjadi tuan rumah pertemuan International Sustainable Palm Oil (ISPO) 2022 yang akan berlangsung 23-25 November 2022. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung siap menyambut kedatangan peserta pertemuan International Sustainable Palm Oil ( ISPO) 2022.

Diketahui, Belitung bakal menjadi tuan rumah pertemuan International Sustainable Palm Oil ( ISPO) 2022 yang akan berlangsung 23-25 November 2022.

Dalam menyambut kehadiran para peserta pertemuan, Pemerintah Kabupaten Belitung juga terus berkoordinasi dengan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri yang menginisiasi pertemuan tersebut.

Hingga kini, duta besar dari tujuh negara telah memastikan kehadiran di Negeri Laskar Pelangi.

Bahkan Duta Besar Inggris, Meksiko, Ceko, dan Swiss, akan datang bersama diplomat.

Sedangkan Duta Besar Belgia, Norwegia, dan Chili, juga telah mengkonfirmasi keikutsertaan pada pertemuan tersebut.

Pertemuan yang rencananya diikuti oleh perwakilan dari 15 negara ini pun masih terus menunggu konfirmasi para duta besar.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, bahwa sebagai daerah yang berupaya dalam pengembangan pariwisata, pertemuan tersebut juga sebagai momentum promosi daerah.

Apalagi sebelumnya Belitung memiliki pengalaman menjadi tuan ramah pertemuan internasional dari Development Ministerial Meeting (DMM) G20.

"Kami siap menyambut kedatangan para dubes ini dengan pelayanan yang baik, karena ini merupakan tamu penting bagi daerah kami. Kami nanti akan berkoordinasi untuk penyambutan ini dengan sebaik mungkin," kata Sahani saat rapat persiapan ISPO di Ruang Rapat Bupati Belitung, Rabu (16/11/2022).

Selama kegiatan pertemuan ISPO, para duta besar akan berdialog seputar keberlanjutan minyak sawit dunia hingga mengunjungi perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung Destika Efenly, pertemuan ISPO ini juga menjadi momentum menjawab isu-isu dunia tentang pembukaan lahan sawit, berkaitan dengan isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global.

Isu yang menyebabkan turunnya harga minyak sawit dunia ini perlu dipertegas bahwa hal tersebut tidak benar.

"Bahwa perkebunan sawit ini bisa dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Destika.

Dampak ekonomi dari perkebunan sawit, dibuktikan melalui nilai tukar petani (NTP) dari komoditas sawit di Belitung mencapai 140.

Destika menjelaskan, NTP bernilai 100 menunjukkan petani bisa kembali modal dari menjual komoditas.

Artinya, nilai lebih dari itu menunjukkan hasil usaha tersebut bisa untuk daya beli petani yang tinggi atau mengindikasikan kesehatan petani.

Selain itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Belitung memiliki nilai baik dalam penilaian usaha perkebunan (PUP) di angka 75 persen.

Makanya, ia pun menyambut baik pertemuan ISPO di Belitung sebagai upaya promosi daerah serta memberikan multiplier effect, baik saat pertemuan berlangsung maupun di masa mendatang. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved