Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kejari Pangkalpinang Musnahkan Barang Bukti Bernilai Miliaran Rupiah

Pemusnahan puluhan barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap dengan amar putusan ini, dilakukan dengan berbagai cara.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kajari Pangkalpinang, Saiful Bahri Siregar dan Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi, beserta stakeholder terkait, memusnahkan barang bukti tindak pidana umum di halaman Kantor Kejari Pangkalpinang, Kamis (17/11/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejari Negeri Pangkalpinang memusnakah puluhan barang bukti barang bukti hasil sitaan tindak pidana umum (Tipidum) dari 65 perkara pada Kamis (17/11/2022), di halaman kantor Kejari Pangkalpinang.

Pemusnahan puluhan barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dengan amar putusan ini, dilakukan dengan berbagai cara.

Untuk barang bukti jenis narkotika misalnya, dimusnahkan dengan cara diblender menggunakan satu unit mesin yang sebelumnya telah diberikan air dan pestisida. Setelah semuanya tercampur, kemudian dibuang ke selokan.

Lalu, barang bukti non narkotika dengan cara dibakar di dua buah drum yang sebelumnya sudah disiram dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Selanjutnya, untuk handphone, dipotong menggunakan gerinda menjadi beberapa bagian hingga tidak dapat dipergunakan lagi.

Kepala Kejari Pangkalpinang, Saiful Bahri Siregar, mengatakan, dari 65 perkara tersebut, didominasi oleh perkara narkotika sebanyak 35 perkara. Sedangkan perkara tipidum hanya 30 perkara.

"Tipidum ini yakni Undang-Undang Pertambangan, perikanan, penganiayaan, pencabulan dan lain sebagainya," kata dia kepada Bangkapos.com usai kegiatan.

SBS, sapaan akrab Saiful Bahri Siregar, memaparkan, barang bukti jenis narkotika yang dimusnahkan jumlahnya diklaim cukup fantastis hingga miliaran rupiah.

Untuk barang bukti jenis sabu sendiri mencapai berat hingga 1.787,958 gram atau 1,78 kilogram. Semuanya diperoleh dari 30 perkara.

Kemudian, barang bukti jenis ganja dari dua perkara seberat 368,6 gram. Lalu, barang bukti jenis pil ekstasi (inex) mencapai 47,980 gram dari tiga perkara.

Tak hanya itu, 21 unit handphone dan smartphone dari 17 perkara, plastik, tisu, pakaian hingga bungkusan makanan dari lima perkara turut dimusnahkan dari 33 perkara.

"Jadi kami sudah melakukan pemusnahan barang bukti sabu hampir dua kilogram jenis sabu, ekstasi obat-obatan dan barang bukti tindak pidana lainnya, termasuk handphone dari tindak pidana umum lainnya," jelas SBS.

Semua barang bukti tersebut hasil sitaan sejak empat bulan lalu, mulai Juni hingga Oktober 2022. Total barang bukti yang dimusnahkan pada periode ini dinilai cukup banyak, terutama dari kasus narkotika.

Hal ini tentunya dapat menjadi pelajaran, dan penekanan bagi aparat penegak hukum (APH) untuk meningkatkan kewaspadaan perihal tindak pidana narkoba yang dinilai semakin tinggi. Maka dari itu, pihaknya mengapresiasi atas kehadiran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda).

"Kami bersyukur pada pemusnahan ini dihadiri oleh Kapolres Pangkalpinang, Pengadilan Negeri, BNN dan dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, termasuk rekan-rekan media," ucapnya.

Saiful Bahri memastikan pemusnahan barang bukti ini merupakan wewenang jaksa penuntut umum (JPU), terutama dalam hal melaksanakan putusan pengadilan.

Oleh sebab itu, pihaknya memastikan hal ini menjadi komitmen para penegak hukum. Ini juga sebagai upaya bersama masyarakat untuk menyatakan perang terhadap narkoba.

"Ini juga sebagai komitmen kita aparat penegak hukum dalam rangka pemberantasan tindak pidana, khususnya terkait narkotika," kata Saiful Bahri. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved