Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kemasan Plastik Masih Jadi Andalan Pelaku Usaha, Paper Cup Dianggap Belum Efektif  

Sejumlah pelaku usaha di Pangkalpinang masih aktif menggunakan kemasan plastik sebagai wadah jualannya.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Sampah mini atau sampah plastik kemasan di pengolahan sampah Bangka Recycle di Pangkalbalam, Kamis (17/11/2022). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)  

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Sejumlah pelaku usaha di Pangkalpinang masih aktif menggunakan kemasan plastik sebagai wadah jualannya. Baik kemasan minuman dan makanan, sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik disebut masih sangat efektif untuk berjualan minuman.

Diakui Kurni, pedagang es teh di Jalan Depati Hamzah Pangkalpinang, kemasan plastik sekali pakai masih sangat menunjang usahanya.

"Sehari itu bisa 150an cup plastik yang terjual, tapi biasanya untuk kemasan plastik yang tertinggal ditempat kami dikumpulkan kemudian kalau ada pemulung kami kasi, dan itu hanya sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik aja," ujar Kurni kepada  Bangkapos.com, Kamis (17/11/2022).

Kata Kurni, penggunaan paper cup juga telah dilaksanakan hanya saja para pelanggan lebih senang menggunakan plastik cup sebab lebih anti tumpah.

"Kalau paper cup itu kita tutupnya masih pakai cup manual, kalau pakai mesin cup seller itu biasanya kurang tahan lama, jadi untuk minuman itu lebih rawan tumpah," jelasnya.

Belum lagi kata Kurni, harga paper cup lebih mahal dibandingkan plastik cup. "Kalau seutuhnya pakai paper cup rasa kurang cuan aja, karena harga paper cup yang mahal. Yang penting sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastiknya tidak kita buang sembarangan, kita pisahkan saja," katanya.

Senada dengan Kurni, Move Up di jalan KH Abdul Hamid, Gedung Nasional, Pangkalpinang juga masih menggunakan kemasan plastik sebagai wadah utama jualan.

Untuk minuman dingin plastik cup dinilai sangat efektif, sementara untuk minuman yang panas masih menggunakan gelas.

Pengelola Move Up, Wing Yung menyebut, bukanya tak ingin beralih ke model kemasan paper hanya saja paper cup menurutnya masih belum efektif untuk minuman dingin di kopi shop.

"Kalau di sini baik minum ditempat atau bawa pulang masih pakai plastik cup, karena lebih safety ada mesin pres anti tumpah. Kalau paper cup memang ada plus minusnya lah keduanya," katanya.

Kata Wing Yung, untuk pembuangan sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik biasa dikumpulkan oleh para barista kemudian ada pemulung yang rutin mengambil.

"Biasanya sudah kita pisahkan kemasan plastik cup sama sampah lainnya, sekalian bantu-bantu juga jadi kita kasi pemulung," jelasnya.

Sementara itu sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik yang biasanya dibuang begitu saja oleh penikmatnya oleh anak muda asli Pangkalpinang ini sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik berubah menjadi pundi-pundi keuangan.

Gunungan sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik di dalam karung menghiasi gudang penggilingan sampah-plastik' title=' sampah plastik'> sampah plastik milik Rama Leo Batera (29) yang diberi nama Bangka Recycle.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved