Breaking News:

Amerika Serikat Tetapkan Mohammed bin Salman Kebal Atas Gugatan Pembunuhan Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman, Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, adalah kepala pemerintahan. Dan oleh karena itu, kebal dari gugatan ini...

Arab News
Mohammed bin Salman 

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON DC -- Amerika Serikat ( AS ) tetapkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) diberikan kekebalan atas gugatan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Adapun Jamal Khashoggi merupakan jurnalis Washington Post.

Disebutkan, pengajuan dilakukan para pengacara Kementerian Kehakiman AS atas permintaan Kementerian Luar Negeri AS karena MBS baru-baru ini diangkat menjadi Perdana Menteri (PM) Arab Saudi.

Atas pengangkatannya menjadi PM Arab Saudi, MBS memenuhi syarat mendapat kekebalan hukum di AS sebagai kepala pemerintahan asing.

Pengajuan itu dilakukan pada Kamis (17/11/2022) malam, sebagaimana dilansir CNN.

Baca juga: INGAT! Pemprov Bangka Belitung Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama 22 Hari, Catat Ini Lokasinya

Baca juga: Bujuk Istri Tersangka Narkoba Jadi Pemuas Nafsu, Briptu Juntak Resmi Ditahan di Patsus Polda Babel

Baca juga: Sosok Kharisma Jati Terungkap Setelah Hina Iriana Jokowi, Ternyata Pernah Buat Komik ini

Pengajuan itu dilakukan tepat sebelum deadline bagi Kementerian Kehakiman AS untuk memberikan pandangannya di pengadilan tentang pertanyaan kekebalan dan argumen lain yang dibuat MBS agar gugatan terhadapnya atas pembunuhan Khashoggi dibatalkan.

Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. (via Serambinews.com)

Mohammed bin Salman, Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, adalah kepala pemerintahan.

Dan oleh karena itu, kebal dari gugatan ini,” bunyi pengajuan itu.

Akan tetapi, pengajuan tersebut menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai aksi yang keji.

Keputusan tersebut kemungkinan besar akan memicu reaksi kemarahan di sejumlah kalangan.

Di satu sisi, hubungan AS dan Arab Saudi tengah merenggang.

Pada awal Oktober, OPEC+ yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat memangkas produksi minyak.

Washington murka dan langsung mengumumkan evaluasi hubungan dengan Riyadh.

Baca juga: Terungkap Icha Ceeby Kebaya Merah Punya 31 Kepribadian, Ada Luna Hingga Clara

Baca juga: Raffi Ahmad Bakal Terbang ke Qatar Nonton Piala Dunia, Rafathar Enggak Sabar Ketemu Lionel Messi

Baca juga: Kharisma Jati Buat Surat Terbuka Sampaikan Permohonan Maaf Setelah Disebut Menghina Iriana Jokowi

Kongres AS, yang sudah geram dengan pemangkasan produksi minyak dan menyerukan evaluasi ulang, kemungkinan akan semakin marah jika MBS diberikan kekebalan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved