Breaking News:

Polisi di Babel Bujuk Rayu Hingga Setubuhi Istri Tahanan Narkoba, Begini Modus Briptu Juntak

Bidang Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan penahanan kepada Briptu Juntak alias IA.

Editor: Teddy Malaka
Ist
Sosok diduga Briptu Juntak 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polisi di Babel Bujuk Rayu Hingga Setubuhi Istri Tahanan Narkoba, Begini Modus Briptu Juntak.

Bidang Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan penahanan kepada Briptu Juntak alias IA.

Polisi yang merupakan penyidik di Direktorat Narkoba Polda Bangka Belitung itu diduga telah meniduri seorang wanita yang suaminya tersangkut kasus narkoba.

Sejauh ini, Briptu Juntak diduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam jabatan. 

Karena hal itu, pihak Subdit Paminal Bid Propam Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan penahanan.

Baca juga: Harga Hp Samsung A23 5G, A33 5G, A53 5G, A73 5G Terbaru November 2022, Dijual Lebih Murah di Sini

Baca juga: PREDIKSI, Susunan Pemain dan Link Live Streaming Siaran Langsung Qatar Vs Ekuador, Merebak Isu Suap!

Briptu Juntak ditahan mulai dari 18 November 2022 hingga 18 Desember 2022.

Kasubdit Paminal Polda Babel, AKBP Rudi Hadi mengakui penahanan Briptu Juntak yang telah dilakukan penahanan di tempat khusus (Patsus) di Polda Babel hingga 30 hari ke depan.

"Betul yang bersangkutan di Patsus 30 hari," kata AKBP Rudi kepada Bangkapos.com, Sabtu (19/11/2022).

Ia menerangkan, penahanan dilakukan, bukan berkaitan kasus pidana tetapi pemeriksaan pelanggaran kode etik.

"Penahanan yang bersangkutan, bukan penahanan pidana. Namun dalam rangka pemeriksaan oleh Subbid Wabprof yaitu terkait pelanggaran kode etik," terangnya.

Sementara, Budiyono selaku kuasa hukum pelapor, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih ke jajaran Polda Babel atas tindak cepat penanganan kasus klienya.

"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya  kepada  Kapolda Babel atas tindakan dan respon yang cepat dalam mengambil tindakan tegas. Terutama terkait laporan pengaduan yang kami buat terhadap oknum aparat kepolisian yang telah merugikan klien kami dan telah membuat tindakan tercela," kata Budi.

Ia mengatakan, tindakan tercela itu telah berakibat buruk terutama untuk nama besar kepolisian, menjadi tercoreng, sehingga harus cepat ditangani dan selesaikan.

"Harapan kedepan kepada Kabid Propam Polda Babel agar mohon perkara ini tetap terus berjalan sebagaimana aturan hukum yang berlaku. Kami minta juga Kabid Propam tes urin dan rambutnya, karena diduga oknum itu juga memakai narkoba. Semoga kedepan tidak ada lagi oknum-oknum yang berbuat demikian," harapnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved