Breaking News:

Kawasan Laut China Selatan Menegang, Beijing Rebut Paksa Puing Roket dari Filipina

Tiba-tiba "Kapal penjaga pantai China mengambil paksa benda terapung tersebut dengan memotong tali penarik yang terpasang di perahu karet Filipina...

South China Morning Post
Ilustrasi __ Tangkapan layar foto kapal PLA yang mengawasi Laut China Selatan. 

BANGKAPOS.COM, MANILA -- Kawasan Laut China  Selatan ( LCS ) makin menegang. Hal itu terjadi setelah Beijing baru-baru ini merebut paksa puing roket dari Filipina.

Disebutkan, Wakil Laksamana Alberto Carlos dari angkatan Laut Filipina menuding penjaga pantai atau coastguard China.

Tudingan yang ditujukan tersebut terkait China telah mengambil paksa benda terapung yang ditemukan pasukan Manila di perairan Laut China Selatan (LCS).

Carlos menjelaskan, bahwa pasukannya yang tengah menjalankan tugas kawasan LCS tepatnya di sekitar Pulau Thitu yang berbatasan dengan Filipina telah menemukan sebuah puing-puing misterius.

Namun belum sempat puing tersebut diselidiki, penjaga pantai China secara tiba – tiba menyengat perahu karet yang ditumpangi pasukan Filipina dan memaksa untuk menyita barang tersebut.

Baca juga: Pria Tiongkok Syok Lihat Perut Sang Istri saat Malam Pertama, Langsung Minta Cerai & Uangnya Kembali

Baca juga: Gunakan DAK, Molen Pastikan Pantai Pasir Padi Terus Dipercantik, Bakal Mirip Seminyak di Bali

Baca juga: Gempa Cianjur Sebabkan Kerusakan Parah, 46 Orang Meninggal Dunia dan 700 Korban Luka Patah Tulang

Baca juga: Inilah Daftar UMP 2023, Tiga Provinsi Ini Resmi Naik hingga 5 Persen, UMP Bangka Belitung?

"Kapal penjaga pantai China mengambil paksa benda terapung tersebut dengan memotong tali penarik yang terpasang di perahu karet Filipina," kata Carlos seperti yang dikutip dari The Guardian.

“Kami mempraktikkan toleransi maksimum dalam situasi seperti itu. Karena itu melibatkan objek tak dikenal dan bukan masalah hidup dan mati jadi tim kami memutuskan untuk kembali,” tambah Carlos.

Ilustrasi roket
Ilustrasi roket (AFP/JACK GUEZ)

Belum dapat dipastikan apa benda yang disita China itu, namun menurut juru bicara militer Filipina Mayor Cherryl Tindog benda mengapung yang berhasil ditemukan angkatan laut negaranya mirip dengan puing-puing roket China yang jatuh di Pulau Busuanga, Palawan pada awal bulan ini.

Walau kejadian ini tidak memakan korban jiwa, akan tetapi insiden tersebut telah memicu lahirnya perang dingin antara pemerintah Filipina dan China.

Terlebih usai insiden konfrontasi yang terjadi di kawasan perairan laut China Selatan.

Para penjaga juga turut memblokir jalur akses kapal Filipina yang akan mengirimkan pasokan logistik ke pasukan Manila yang berada di perairan tersebut.

Meski wilayah LCS tumpang tindih dengan sejumlah negara lain termasuk Filipina, namun China secara tegas mengklaim bahwa hampir 90 persen perairan LCS yang merupakan jalur perdagangan masih berada di bawah wilayahnya, sehingga pihaknya dengan bebas dapat mengendalikan wilayah tersebut.

Baca juga: INGAT! Pemprov Bangka Belitung Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama 22 Hari, Catat Ini Lokasinya

Baca juga: Bacaan Yasin Lengkap 83 Ayat, Arab, Latin dan Terjemahan, dan Penjelasan Keutamaan Membacanya

Baca juga: 5 Bacaan Doa Agar Terlihat Cantik dan Bercahaya, Aura Wajah Terpancar Setiap Hari

Baca juga: Bacaan Doa-doa Ketika Gempa Bumi, Hujan Deras Lengkap Arab dan Latin Beserta Artinya

Baca juga: Gibran Disebut Sulit Bersaing di Politik Nasional, Pengamat: Paling Relevan Kontestasi Pilgub Jateng

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved