Breaking News:

Terungkap Rumah di Kalideres Hendak Dijual, Satu Anggota Keluarga Tak Bernyawa sejak Mei 2022

Berdasarkan keterangan saksi, Budiyanto korban tewas di Kalideres sebelumnya sangat aktif menghubungi mediator jual beli rumah

Tribun Jakarta
Penampakan isi rumah satu keluarga tewas di perumahan Citra Garden, Kalideres. Ada kulkas empat pintu, sofa hingga kasur yang tak diseprai 

BANGKAPOS.COM - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dalam kasus satu keluarga tewas di dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

Rumah tersebut ternyata hendak dijual oleh Budiyanto, satu di antara anggota keluarga yang telah meninggal.

Bukan hanya itu, ada satu korban yang diduga sudah tak bernyawa sejak Mei 2022.

Sebanyak tiga orang saksi yang merupakan mediator jual rumah diperiksa.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 13 Mei 2022.

Baca juga: Prediksi Skor Belanda Vs Senegal dan Rekor Head to Head Kedua Timnas di Piala Dunia 2022

Baca juga: SIARAN LANGSUNG Belanda vs Senegal Pukul 23.00 dan Link Streaming Prediksi Skor dan Susunan Pemain

Baca juga: Pemain Muda Timnas Inggris, Bukayo Saka Diprediksi Akan Moncer Lawan Timnas Iran di Piala Dunia 2022

"Atas nama almarhum Budiyanto ini menghubungi ke para saksi ini untuk menjual rumah tersebut," kata Hengki kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Berdasarkan keterangan saksi, Budiyanto sangat aktif menghubungi mediator jual beli rumah.

Namun, Hengki menyebut ada yang tidak lazim ketika Budiyanto hendak menjual rumah tersebut.

UPDATE, 1 Keluarga Meninggal Kelaparan di Kalideres Jakarta Barat Penuh Kejanggalan, Ini Kata Polisi
UPDATE, 1 Keluarga Meninggal Kelaparan di Kalideres Jakarta Barat Penuh Kejanggalan, Ini Kata Polisi (Tribun Jakarta)

"Ada hal yang sangat tidak lazim di sini. Pada saat ditemui mediator ini, (Budiyanto) langsung menyerahkan sertifikat asli," ungkap Hengki.

"Karena waktu sempat putus asa tidak ketemu pembelinya siapa yang ingin seharga Rp 1,2 miliar akhirnya dikembalikan sertifikat itu kepada almarhum Budiyanto ini. Tetap ditolak, suruh pegang lagi," tambahnya.

Di dalam rumah tersebut, para saksi sudah mencium bau busuk. Namun, Budiyanto berkilah hanya bau got.

"Kemudian ditanyakan ibu Reni ada di mana, "sedang tidur di dalam'," tutur Hengki.

Setelahnya, seorang saksi pegawai koperasi simpan pinjam menyalakan flash ke arah kamar Reni Margaretha. Saksi itu terkejut hingga lari ke rumah.

"Pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya. Begitu dilihat langsung yang bersangkutan teriak takbir Allahu Akbar. Ini sudah mayat di tanggal 13 Mei," kata Hengki.

Baca juga: Diberi Tumpangan Gratis, Pria Ini Justru Tikam Sopir Bandara dengan Pisau, Ini Alasannya

Baca juga: Es Teh Indonesia Nagita Slavina Buka di Pangkalpinang, Ini Lokasi dan Tanggal Dibuka

Baca juga: Inilah Fanny Margaretha Istri Ketiga Kapten Vincent Raditya, Terpaut Beda Usia 17 Tahun

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved