Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kasat Reskrim Mengaku Menang Praperadilan, Ternyata Begini Menurut Kuasa Hukum Pemohon

Satreskrim Polres Pangkalpinang kembali berhasil menang, dalam kasus gugatan praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang. 

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Dok/AKP Adi Putra
Sidang praperadilan Polres Pangkalpinang yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Satreskrim Polres Pangkalpinang kembali berhasil menang, dalam kasus gugatan praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang.       

Sebelumnya diketahui gugatan praperadilan bermula dari penetapan Nono (45) sebagai tersangka, usai diduga melakukan penganiayaan terhadap Wisnu Liandra pada Rabu (29/9/2022) lalu di Jalan Tanjungbunga, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang

Akibat penetapan tersebut Nono pun melayangkan gugatan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang.

Terdapat beberapa gugatan mulai dari penetapan tersangka, penangkapan, penahanan tidak sah menurut hukum. Serta meminta pihak termohon, membayar kerugian materil dan immateril sebesar Rp 100 juta. 

Anggota Polres Pangkalpinang foto bersama usai menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (22/21/2022).
Anggota Polres Pangkalpinang foto bersama usai menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (22/21/2022). (Dok/AKP Adi Putra)

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra pun saat dikonfirmasi, mengungkapkan seluruh gugatan yang dilayangkan pihak Nono dinyatakan gugur dalam sidang dengan agenda putusan yang digelar pada Senin (21/11/2022) kemarin. 

"Alhamdulillah menang gugatan praperadilan hal ini tentunya menandakan para penyidik sudah sangat profesional, dalam menjalankan rangkaian penyelidikan dan penyidikan," ujar AKP Adi Putra, Selasa (22/11/2022). 

Lebih lanjut pihaknya juga memastikan akan selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP), terlebih kini Polres Pangkalpinang sudah naik tipe menjadi Polresta Pangkalpinang. 

"Saya pun selalu tegas meminta kepada para penyidik untuk tidak keluar dari SOP, hal ini tentunya setiap penanganan perkara atau kasus akan selalu diawasi baik dari internal ataupun masyarakat," ungkapnya.

Dalam kasus yang menyeret warga Kelurahan Temberan, Kota Pangkalpinang tersebut pihak Polres Pangkalpinang mengamankan sejumlah barang bukti, berupa satu helai baju kaos lengan pendek warna hitam, satu helai celana pendek warna biru dan satu buah flashdisk.

Sementara itu gugatan praperadilan antara Polres Pangkalpinang dengan Nono selaku pemohon, dipastikan bukan langkah akhir bagi perjalanan hukum terkait kasus tindak pidana penganiayaan. 

Hal ini pun diungkapkan Kuasa Hukum Pemohon, Gala terlebih terkait klaim Polres Pangkalpinang yang sudah memenangkan praperadilan yang digelar, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang pada Senin (21/11/2022) kemarin. 

"Bila mereka menyatakan Polres Pangkalpinang, sudah menang praperadilan itu salah besar. Karena putusan itu, menyatakan permohonan praperadilan pemohon gugur. Jadi kalau benar kami kalah, seharusnya putusan itu menolak permohonan praperadilan yang disampaikan pemohon. Lalu Menyatakan penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik Polres Pangkalpinang sah menurut hukum," ujar Gala, Selasa (22/11/2022). 

Lebih lanjut alasan pihaknya mengajukan praperadilan pun, terkait sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, hingga penetapan tersangka yang dilakukan oleh pihak penyidik Polres Pangkalpinang

"Saat melakukan penangkapan tidak menunjukkan surat tugas, dan tidak menyerahkan surat perintah penangkapan kepada Nono," katanya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved