Breaking News:

Investor China Mau Bangun Pabrik Pengolahan Pasir Kuarsa di Belitung, Nilai Investasi Diklaim Rp10 T

Investor asal china, Xinyi Group disebut berminat mengolah pasir kuarsa Belitung dan akan membangun pabrik di kawasan Suge, Kabupaten Belitung.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Darlan 

BANGKAPOS.COM - Investor asal china, Xinyi Group disebut berminat mengolah pasir kuarsa Belitung dan akan membangun pabrik di sana.

Nilai investasi yang dibawa Tiongkok untuk keperluan itu diklaim mencapai Rp10 triliun.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Darlan.

Dia menyebut rencana investasi ini akan terealisasi dalam waktu dekat.

Energi terbarukan juga masuk dalam rencana Xinyi Group.

"Xinyi ini besar rencananya, mereka itu hilirisasi bahan baku, misalnya ngolah kuarsa jadi kaca, dan termasuk energi terbarukan," ujar Darlan, Rabu (23/11/2022).

Pabrik pengolahan pasir kuarsa Belitung itu rencananya akan dibangun di wilayah Suge, Kabupaten Belitung.

"Kemarin sudah bertemu dengan bupatinya, rencana jadi. CEO juga mau datang," katanya.

Kata dia, terkait perizinan penanaman modal asing (PMA), maka Xinyi Group mengurusnya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Daerah, menurut dia, tak punya wewenang.,

"Kalau penanaman modal dalam negeri (PMDN), pengusaha kecil, menengah baru di kami daerah, lewat sistem semua," katanya.

Baca juga: Nilai Investasi di Pangkalpinang Tembus Rp 3,3 Miliar, Walikota Sebut PAD untuk Kesejahteraan Rakyat

Menurutnya, penanaman modal asing ini akan memberikan dampak baik bagi ekonomi daerah setempat.

"Akan membuka lapangan pekerjaan, akan meningkatkan laju ekonomi, ekspor akan meningkat, uang beputar akan meningkat," katanya.

Selain itu, sesuai aturan, 30 persen pekerja akan berasal dari daerah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved