Breaking News:

BPJ Minta Menteri Bahlil yang Tidak Paham Timah Cari Solusi dan Presiden Jokowi dapat Bisikan Keliru

BPJ Minta Menteri Bahlil yang Tidak Paham Cari Solusi dan Sebut Ada 'Pembisik' yang Buat Presiden Jokowi Keliru

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
tangkapan layar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pilih Bangka Belitung, Bambang Patijaya saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Dirut MIND-ID, pada Kamis, (24/11/2022). 

BANGKAPOS.COM - Presiden Joko Widodo berencana akan menghentikan ekspor timah mentah dalam waktu dekat guna mendukung hilirisasi.

Rencananya itu pun disampaikan langsung saat mengunjungi pulau penghasil timah, Bangka Belitung pada bulan Oktober lalu.

Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, Jokowi akan melakukan perhitungan yang matang terlebih dahulu, sebelum melakukan penyetopan kegiatan ekspor bahan mentah timah ke luar negeri.

"Nanti kalau sudah hitungannya matang, ketemu kalkulasinya, akan saya umumkan stop. Misalnya tahun depan stop, tahun ini bisa terjadi. Ini saya kira kesiapan-kesiapan dari smelter, baik milik BUMN, milik swasta, harus kita kalkulasi semuanya,"  kata Jokowi, di Smelter PT Timah Tbk (20/10)

Rencana penyetopan ekspor timah tersebut tersebut lantas dikritisi oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirut MIND-ID, 24 November 2022.

Dikutip dari video yang tayang di kanal YouTube-nya, Bambang keberatan dengan rencana penyetopan ekspor timah tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah harusnya lebih dulu memahami kondisi dan situasi di lapangan.

"Jika pemerintah sembrono kemudian tanpa suatu mitigasi yang tidak jelas seperti yang dilakukan Menteri Bahlil yang tidak paham dengan situasi ini akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus, misalkan pertimahan okelah persoalan supply chain pasti akan terjadi, tetapi yang lainnya, pertumbuhan ekonomi.

Kemudian persoalan akan terjadi penyelundupan dan sebaginya ini sudah terjadi alamiah ketika orang tidak diberi suatu exit dia akan cari jalannya sendiri, nerobos dia," terang Bambang Patijaya dikutip Bangkapos.com dari kanal YouTube-nya, Kamis (24/11/2022).

Ia kemudian membeberkan fakta yang menurutnya biasa terjadi di Kepulauan Bangka Belitung.

"Jangan dipikir penyelundupan timah di Banga Belitung itu seperti batu bara pakai tongkang dan sebagainya, enggak, yang melakukan itu masyarakat pakai kapal nelayan 5 ton disaat badai gelombang sedang besar itulah mereka keluar, emang TNI AL dan Polair akan sanggup melakukan itu? kita ini jangan melakukan yang tak positif," ujar Bambang.

Pria kelahiran 11 Juli 1977 itu lantas menyeret Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia yang dianggapnya tidak memberikan solusi.

"Menteri Bahlil ini harusnya mencarikan solusi, dia kan Menteri Investasi bukannya menakut-nakuti, dan memberikan hal-hal yang tak sesuai dengan kondisi lapangan, persoalan hilirisasi soal investasi," ungkap Bambang.

Ia menyarankan bahwa persoalan di lapangan harusnya dipahami.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved