Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Buaya Mengganas dan Serang Dua Warga Bangka, BKSDA Sebut Buaya Agresif Karena Masuk Musim Kawin

Menurut kami seperti itu, tapi perlu dikaji secara ilmiah oleh akademisi, tingkah laku buaya lebih agresif ketika melihat ada aktivitas

Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Buaya empat meter muncul di Kolong Kepuh, Bacang Pangkalpinang, Jumat (20/5/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Peristiwa serangan predator buas buaya terhadap manusia belakangan ini menjadi sorotan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

Sebelumnya, hewan pemilik nama latin Crocodiles itu menyerang kaki kanan Nurdilik warga asli Banten pada Rabu (23/11/2022) yang hampir putus saat mandi di Kolong Bekas Tambang, Desa Semulut, Bangka Barat .

Berselang satu hari, Hengky (34) warga Sempan ,Kabupaten Bangka yang hilang diterkam buaya akhirnya ditemukan dalam kondisi menggenaskan tak bernyawa lagi pada Kamis (24/11/2022). Kondisi tubuh Hengky terpisah pisah dan sebagian tak ditemukan lagi. 

Evakuasi korban diterkam buaya di Pohin Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Kamis (24/11/2022.
Evakuasi korban diterkam buaya di Pohin Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Kamis (24/11/2022. (Ist)

Menanggapi hal tersebut Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XVII BKSDA Sumatera Selatan Ahmad Fadhli mengungkapkan pada bulan ini hingga Februari 2023 mendatang merupakan masuknya musim kawin reptil buas tersebut. Sehingga tingkah laku buaya lebih agresif dari biasanya.

"Menurut kami seperti itu, tapi perlu dikaji secara ilmiah oleh akademisi, tingkah laku buaya lebih agresif ketika melihat ada aktivitas di habitatnya," ucap Ahmad Fadhli kepada Bangkapos.com Kamis (24/11/2022) sore.

Lebih lanjut kata dia, faktor lain yang bisa menjadi pemicu adalah rusaknya habitat buaya sehingga, satwa itu lebih agresif.

"Ini juga bisa ditinjau kembali apakah bisa menjadi penyebabnya," jelasnya.

Di samping itu, Fadhli menuturkan setiap aliran sungai memiliki potensi adanya kemunculan hewan dengan nama latin Crocodiles itu.

"Kolong (Danau,red) yang berdekatan dengan sungai juga berpotensi ada buaya, " jelasnya

Oleh karena itu, dirinya menghimbau masyarakat agar selalu waspada melakukan aktivitas di sekitar kolong maupun sungai.

"Pastikan jangan beraktivitas sendiri ketika di sungai seperti memancing, agar ada teman yang membantu ketika ada sesuatu, intinya tetap waspada," imbaunya.

Upayakan Evakuasi Buaya

Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XVII BKSDA Sumatera Selatan Ahmad Fadhli mengungkapkan setelah menerima informasi serangan buaya terhadap manusia pihaknya bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi predator buas itu.

"Sekitar jam 12.00 kami ke Sempan untuk mengecek satwa tersebut dan satwa itu telah ditangkap warga dan masih hidup kemudian ada beberapa luka tombak karena ditangkap," ucap Ahmad Fadhli.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved