Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Diseminasi Lima Tahun ke Depan, Molen Kumpulkan Semua Pejabat Pemkot di Rumah Dinasnya

Satu per satu kepala dinas dan badan didampingi stafnya masing-masing masuk ke dalam rumah dinas Wali Kota. Bahkan beberapa dari mereka tampak

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
Ist/Ari Juliansyah
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat melakukan pemaparan pada acara diseminasi proyeksi Kota Pangkalpinang selama lima tahun ke depan di rumah dinasnya di kawasan Jalan Merdeka, Kamis (24/11/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Maulan Aklil kembali mengumpulkan seluruh kepala perangkat daerah di rumah dinasnya di kawasan Jalan Merdeka, Kamis (24/11/2022).

Satu per satu kepala dinas dan badan didampingi stafnya masing-masing masuk ke dalam rumah dinas Wali Kota. Bahkan beberapa dari mereka tampak membawa beberapa buku catatan.

Tak hanya mereka, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Taufik dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Thamrin turut mengikuti agenda tersebut.

Maulan Aklil mengatakan, dikumpulkannya para kepala perangkat daerah beserta stakeholder terkait ini untuk mengikuti diseminasi proyeksi Kota Pangkalpinang selama lima tahun ke depan.

Kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.

“Ini untuk penyebarluasan ide dan gagasan untuk pembangunan Kota Pangkalpinang selama lima tahun ke depan,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Molen biasa dia dipanggil menyebut, pihaknya memang ingin mengetahui semua data dan perkembangan Kota Pangkalpinang dari stakeholder terkait. Mulai dari Bank Indonesia dan BPS setempat, untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini.

Dengan data tersebut nantinya menjadi bekal dalam merumuskan kebijakan. Terutama untuk kesejahteraan masyarakat. Lalu dikerjakan sesuai dengan tugas dan pokok fungsi masing-masing di bidang pemerintahan.

“Untuk mendapat data-data dari Bank Indonesia dan BPS tidaklah mudah, untuk itu kita ingin tindak lanjutnya dapat termaksimalkan,” jelas Molen.

Kendati demikian, dia tak menampik selama lima tahun ke depan tentunya akan rentan dengan perubahan. Baik dari sektor ekonomi, pembangunan dan kebijakan. Tentunya data seperti ini harus dimanfaatkan dan dilaksanakan sebagai turunannya.

“Lima tahun kedepan rentan terjadi perubahan, bagaimana satu tahun kedepan ini dapat kita maksimalkan,” pungkas Molen.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Taufik menyebut, bahwa secara global risiko stagflasi meningkat dan ketidakpastian pasar keuangan masih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi dipastikan bakal melambat dengan peningkatan risiko stagflasi di berbagai negara. Bahkan resesi di sejumlah negara maju, tekanan inflasi global masih tinggi, pengetatan kebijakan moneter berlanjut.

“Tentu berdampak bagi domestik pada stabilitas makro ekonomi. Tantangan keadaan realita saat ini adalah Bigger Unknown, Post Crisis Exit, Policy Strategy, Digital Era/Transformation, Sustainability Issues Inclusion and Green,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved