Breaking News:

Keluarga Kalideres Sempat Jual Barang-barangnya, Pembeli Tidak Diperkenankan Masuk Rumah

Dalam transaksi jual-beli tersebut, sang pembeli tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah

Tribun Jakarta
UPDATE, 1 Keluarga Meninggal Kelaparan di Kalideres Jakarta Barat Penuh Kejanggalan, Ini Kata Polisi 

BANGKAPOS.COM - Keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat sempat men jual barang-barang berharga yang ada di rumah.

Sebelumnya, barang-barang milik satu keluarga ini ditemukan polisi menghilang.

Setelah diusut, ternyata anggota keluarga men jual barang-barang tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut korban sempat menghubungi sebuah nomor untuk menjual barang-barang yang ada di rumah.

Baca juga: Prediksi Skor Swiss Vs Kamerun, Line Up, Kondisi Tim Jelang Pertandingan dan Link Live Streaming

Baca juga: Siapa Susana Rahardja Ibunda Livy Renata? Ternyata Ini Pekerjaannya

Baca juga: Prediksi Skor Portugal vs Ghana, Prediksi Line Up, Kondisi Tim dan Link Live Streaming Pukul 23.00

Baca juga: Siapa Jeffrey Slijpen Suami Gracia Indri? Ternyata Ini Pekerjaannya

"Ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor ini terkait pen jualan barang-barang yang ada di rumah, apakah itu mobil kendaraan, kemudian pen jualan AC, kulkas, blender, TV," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Transaksi barang-barang pun dilakukan dengan seorang pembeli.

Namun dalam transaksi jual-beli tersebut, sang pembeli tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah.

Sebab barang-barang yang hendak di jual sudah disiapkan di depan rumah.

"Ternyata barangnya sudah disiapkan di luar, tinggal ngambil," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat ditemui pada Kamis (24/11/2022).

Fakta demikian ditemukan tim forensik digital dari pelacakan dua ponsel milik satu keluarga tersebut.

Dari pelacakan nomor-nomor yang pernah dihubungi, tim juga menemukan adanya komunikasi pihak keluarga dengan pihak koperasi simpan pinjam terkait penggadaian sertifikat rumah.

"Bahkan koperasi simpan pinjam itu begitu kita temui bisa langsung menebak 'oh kasus Kalideres ya, tidak seperti itu ceritanya'," kata Hengki

Hingga kini, Hengki mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mendalami alasan serta hasil dari pen jualan aset para korban sebelum meninggal.

"Itu sedang kita dalami. Sabar. Masih banyak teka-teki. Tapi yakinlah kita tetap bekerja untuk mencapai kesimpulan."

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved