Senin, 18 Mei 2026

Profil Tokoh

Siapa Gitasav yang Trending di Twitter? Komentari Piala Dunia 2022 Hingga Bawa-bawa Soal Stunting

Lewat opininya itu Gita dianggap mendukung LGBT. Penampilannya berturban pun jadi nyinyiran netizen hingga sang YouTuber bawa-bawa soal stunting.

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Dedy Qurniawan
Instagram/gitasav
YouTuber Gita Savitri Devi 

BANGKAPOS.COM - Nama Youtuber Gita Savitri kembali trending di Twitter dengan keyword Gitasav.

Ia kembali menuai polemik di media sosial usai mengkritisi aksi tutup mulut timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar.

Seperti yang kita tahu, Qatar secara terbuka melarang homoseksualitas.

Otomatis hal-hal bernuansa LGBT dilarang Qatar selama Piala Dunia 2022. Penyelenggara Piala Dunia 2022 juga melarang atribut yang terasosiasi dengan LGBT.

Klub sepak bola Jerman diketahui melakukan aksi tutup mulut karena larangan menggunakan atribut seperti yang disebutkan diatas.

Gitasav lewat kanal YouTube-nya pun menyampaikan keresahannya. Ia menilai bahwa timnas Jerman seharusnya bisa melakukan aksi lebih daripada "tutup mulut."

"Di satu sisi kaya virtue signaling ya...Kaya, can you do something more that that? (bisakah kalian melakukan sesuatu lebih dari itu?) di sisi lain, lgbtq-phobia has real life consequences. People lost their lives due to their gender & sexuality so it's better than not saying anything all. (Di sisi lain, pobia LGBT berkonsekuensi akan kehidupan sebenarnya. Ada banyak orang kehilangan hidup mereka karena seksualitas dan gender. Maka lebih baik tidak mengatakan apapun."

Sebagai klub bola ternama di salah satu negara first world, gak cuma sekadar foto terus begini (gerakan tutup mulut). Buat bilang kalau mereka di-silent sama FIFA," ujar Gitasav dalam video diunggah pada Minggu (26/11/2022)

Lewat opininya itu Gita dianggap mendukung  LGBT. Hal ini pun mendapat kecaman dari beberapa masyarakat.

Di dalam vlognya itu, ia juga memberi contoh keterbukaan pikiran orang barat membuatnya bisa nyaman tinggal di Jerman. Hal itu menurutnya bisa jadi contoh bagi Qatar agar bertindah serupa.

"Orang-orang open minded lah yang bikin gue itu bisa tinggal nyaman di Jerman. Kayak orang-orang open minded lah yang bikin muslim-muslim itu banyak yang bisa nyaman dan hidup senormal aja, senyaman aja di negara-negara yang bukan negara asalnya," jelas Gita.

Pernyataan Gitasav pun menuai kontroversi. Banyak juga yang menyeret penampilan hijab turbannya akhir-akhir ini.

Berbagai pro kontra pun bertaburan di linimasa.

Terbaru, lewat akun Instagramnya, Gitasav tertangkap membalas komentar netizen yang kontra dengannya. Ia sampai-sampai membawa istilah masalah kurang gizi kronis yakni "stunting".

Lantas siapa sih sosok Gitasav?

Dirangkum dari beberapa sumber, pemilik nama asli Gita Savitri Devi adalah seorang YouTuber.

Ia mulai menjajaki platform tersebtu sejak 17 Desember 2009. Pada awalnya, ia mengunggah video cover untuk mengisi waktu luang saat gap year sebelum berkuliah.

Ya, pada 2010 Gita melanjutkan pendidikannya ke Berlin.

Saat berkuliah, Gita sesekali masih mengunggah video cover saat bernyanyi. Ia juga lumayan sering membuat video vlog saat beraktivitas di sana.

Pada tahun 2017, Gita merilis single bersama suaminya dengan nama Paul & Gata. Single berjudul "Seandainya" itu dijadikan soundtrack film Rentang Kisah (2020).

Di tahun yang sama, Gita juga merilis buku berjudul Rentang Kisah (2017) yang bercerita tentang pengalamannya selama berkuliah di Jerman

Buku tersebut juga diadaptasi menjadi film layar lebar yang diperankan oleh Beby Tsabina dan Bio One.

Saat itulah nama Gita semakin dikenal luas.

Gita sering menyampaikan pemikirannya tentang isu sosial melalui konten di Instagram hingga YouTube.

Wanita 30 tahun ini juga sempat membuat heboh banyak orang tentang keputusannya dengan sang suami, Paul Partohaps akan childfree atau tidak akan memiliki anak.

Gita saat ini sudah lulus dari studinya dengan prodi Kimia. Ia melanjutkan hidup tinggal di Hamburg, Jerman bersama sang suami.

Selain menjadi content creator Gita tetap aktif di YouTube menyuarakan opini-opininya lewat segment Beropini.

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved