Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Pastikan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Sudah Hampir Mencukupi

Kebutuhan tenaga kesehatan saat ini, dinilai sudah mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Pangkalpinang sudah aman.

Kebutuhan nakes saat ini, dinilai sudah mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan di Pangkalpinang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah ( BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal mengemukakan, jika ditilik dari segi kebutuhan, jumlah nakes saat ini sudah hampir mencukupi dari jumlah yang telah ditetapkan.

"Dari segi kebutuhan memang sudah hampir mencukupi," kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (29/11/2022).

Jumlah tenaga kesehatan memang diakui dia saat ini sudah cukup banyak di Kota Pangkalpinang.

Hal ini didukung dengan proses rekrutmen tenaga kesehatan pada tahun-tahun sebelumnya yang cukup banyak. Terutama melalui rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) untuk kebutuhan dokter.

Tak hanya itu, dia juga menyebut angka pensiun pegawai dari kalangan tenaga kesehatan juga cenderung kecil.

Bahkan dalam kurun waktu satu tahun lamanya, kata dia, berdasarkan data yang ada sejak beberapa tahun terakhir, angka pensiun tak lebih dari lima orang.

"Jumlah rekrutmen cukup banyak pada tahun sebelumnya. Angka pensiun kecil, dalam satu tahun itu ada empat orang," beber Fahrizal.

Di sisi lain, pemerintah kota juga telah mengatur penempatan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan formasi pegawai di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.

Untuk di tingkat puskesmas, saat ini sudah terdapat beberapa dokter yang telah ditempatkan, sesuai kebutuhan yang ada.

Mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, petugas kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan hingga tenaga laboratorium.

Maka dari itu, pihaknya terus menempatkan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di setiap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

"Dari segi kebutuhan hampir mencukupi, tetapi memang harus ada yang kita isi. Jadi tahun 2022 ini kita buka 12 kuota," sebutnya.

Distribusi tenaga kesehatan yang merata diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan penduduk.

Ini menjadi upaya pemerintah untuk mengantisipasi kekurangan jumlah dokter di masa yang akan datang.

"Memang yang masih banyak kita butuhkan yaitu guru, dan memang saat ini masih banyak yang kurang," tandas Fahrizal. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved