Breaking News:

Kisah Seorang Wanita Menangis Keluar dari Rumah Bangka, Kediaman Putri Chandrawati dan Ferdy Sambo

Ada kisah seorang wanita menangis yang diceritakan oleh Bharada Richard Eliezer saat sidang pembunuhan Brigadir Yosua.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews/JEPRIMA
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saling berpelukan sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Deden Miftahul Haq mengaku masih melayani keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi meski sudah tidak lagi menjadi ajudan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ada kisah seorang wanita menangis yang diceritakan oleh Bharada Richard Eliezer saat sidang pembunuhan Brigadir Yosua.

Kisah itu diutarakan Eliezer yang menggambarkan hubungan Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi.

Di sidang tersebut, Eliezer menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Juni 2022.

Richard Eliezer mengatakan peristiwa itu terjadi saat dia dan almarhum Brigadir Yosua piket menjaga rumah Sangguling, yang merupakan tempat Putri Candrawathi tinggal.

"Pada saat standby di Saguling ada kejadian, jadi saya dan Mateus di rumah (Saguling). Tiba-tiba ibu turun, almarhum (Yosua) juga turun dari lantai dua bawa senjata langsung ditaruh di dalam mobil," kata Eliezer.

Mereka pun pergi dari rumah tersebut, dengan mobil terpisah.

Eliezer mengatakan, Putri Candrawathi meminta Yosua dan Mateus bersama mengendarai 1 mobil. Sedangkan dia diinstruksikan Putri untuk mengendarai mobil sendiri.

"Kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi Itu biasanya kita komunikasi lewat HT. Saya sempat tanya beberapa kali ke almarhum Yosua, 'Bang, izin ini mau ke mana', 'udah Cad ikut aja dulu' kata dia. Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," cerita Eliezer.

Ketika di rumah Bangka, Eliezer melihat Putri Candrawathi turun dengan wajah marah.

"Jadi saat di kediaman Bangka, ibu turun, saya lihat kondisi ibu marah, saya nggak berani tanya," katanya.

Menurut Eliezer, setengah jam kemudian, Ferdy Sambo juga sampai di rumah Bangka itu bersama ajudannya, Adzan Romer dan Sadam.

"FS masuk, dia juga kayak marah-marah juga, langsung masuk ke rumah. Abis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Elben mau datang, rekan Bapak', siap Bang," ucapnya.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'tidak ada selain kami berdua, maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar'," katanya.

Eliezer menyebutkan dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian, di belakang ada Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di rumah Bangka.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved