Breaking News:

Berita Pangkalpinang

MUI Babel Berupaya Kembangkan Kampung Pangan Halal di Bangka Belitung

Dari Kongres Halal Internasional beberapa waktu lalu yang dilakukan di Bangka Belitung, ada tiga hal besar yang harus dikembangkan di daerah ini.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ketua MUI Bangka Belitung, Zayadi, saat sosialisasi kampung pangan halal di Auditorium PLHUT Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (1/12/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan kampung pangan halal di Kota Pangkalpinang.

Hal ini dilakukan untuk dipersiapkan agar kawasan tersebut menjadi kampung wisata halal.

Ketua MUI Bangka Belitung Zayadi mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun kota dan kabupaten setempat untuk merancang Kampung Pangan Halal.

Kampung pangan halal yang diproyeksikan menjadi kampung wisata halal akan menjadi daya tarik tersendiri.

"Kampung pangan halal ini kita persiapkan untuk menjadi kampung wisata halal. Sehingga nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri," kata dia kepada Bangkapos.com usai sosialisasi kampung pangan halal di Auditorium PLHUT Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (1/12/2022).

Zayadi mengemukakan, sejak lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal MUI dituntut untuk melakukan proses sertifikasi.

Terutama terhadap produk- produk yang dihasilkan oleh berbagai sektor Usaha Kecil Menengah (UKM), mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Sebagaimana yang tercantum di dalam Pasal 5 UU tersebut, pemerintah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan jaminan produk halal atau JPH yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam.

Produk ini seperti barang dan atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, seluruh produk yang dikonsumsi dan digunakan di Indonesia, termasuk Kota Pangkalpinang harus mendapatkan sertifikasi halal," jelas Zayadi.

Selain itu, sudah terdapat berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka mendukung UKM untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Di antaranya melakukan akselerasi dengan menghadirkan kampung pangan halal.

Di dalamnya akan banyak variabel yang terlibat, disamping produk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, sehingga nantinya diharapkan mampu berkembang menjadi kampung wisata halal.

Dari Kongres Halal Internasional beberapa waktu lalu yang dilakukan di Bangka Belitung, ada tiga hal besar yang harus dikembangkan di daerah ini.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved