Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ternyata Pemprov Babel Masih Nyicil Bayar Utang Rp83 Miliar per Tahun, Berikut Rinciannya

Pemprov Babel masih menyicil pembayaran utang daerah. Pinjaman daerah ini digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Lifestyle.kompas.com
Ilustrasi Uang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin mengatakan, pemerintah provinsi ini masih menyicil pembayaran utang daerah. Pinjaman daerah ini digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur.

"Sebagian akan kita bayarkan, sebagian belum bisa kita bayarkan karena administrasi harus diselesaikan dulu," ujar Ridwan, Kamis (1/12/2022). 

Disinggung soal total utang Bangka Belitung, Ridwan tak bisa membeberkan secara rinci. "Saya ga hafal, tapi saya dapat laporan bahwa sebagian bisa kita bayarkan tahun ini, sebagian belum bisa karena administrasi harus diselesaika. Harus kita bayar namanya juga utang," katanya.

Mengutip dari data ringkasan APBD yang diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2023, bahwa pembayaran cicilan pokok utang sebesar Rp83,19 miliar per tahun.

Selain itu, APBD 2023 bakal diarahkan untuk perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelaksanaan vaksinasi, insentif tenaga kesehatan dan belanja kesehatan lainnya. 

Serta penanganan dampak inflasi sebagaimana prioritas yang telah di tetapkan oleh pemerintah pusat.

Berikut gambaran umum rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2023:

1.Target pendapatan daerah yang dianggarkan dalam rancangan apbd tahun anggaran 2023 sebanyak Rp2.607.750.403.606,- (dua triliun enam ratus tujuh miliar tujuh ratus lima puluh juta empat ratus tiga ribu enam ratus enam rupiah) terdiri atas: 

a. Pendapatan asli daerah sebanyak Rp 1.019.437.047.606,- (satu triliun sembilan belas miliar empat ratus tiga puluh tujuh juta empat puluh tujuh ribu enam ratus enam rupiah).

b. Pendapatan transfer sebanyak Rp1.588.313.356.000,- (satu triliun lima ratus delapan puluh delapan miliar tiga ratus tiga belas juta tiga ratus lima puluh enam ribu rupiah). 

2. Belanja daerah dianggarkan sebanyak Rp2.812.772.326.514,- (dua triliun delapan ratus dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh dua juta tiga ratus dua puluh enam ribu lima ratus empat belas rupiah), yang terdiri dari: 

a. Belanja operasi belanja operasi dianggarkan sebanyak Rp1.942.782.407.580,- (satu triliun sembilan ratus empat puluh dua miliar tujuh ratus delapan puluh dua juta juta empat ratus tujuh ribu lima ratus delapan puluh rupiah).

b. Belanja modal belanja modal dianggarkan sebanyak Rp389.699.238.644,- (tiga ratus delapan puluh sembilan miliar enam ratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus empat puluh empat rupiah).

c. Belanja tidak terduga belanja tidak terduga dianggarkan sebanyak Rp54.219.357.290,- (lima puluh empat miliar dua ratus sembilan belas juta tiga ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus sembilan puluh rupiah).

d. Belanja transfer belanja transfer kepada daerah kabupaten/kota dianggarkan sebanyak Rp426.071.323.000, (empat ratus duapuluh enam miliar tujuh puluh satu juta tiga ratus dua puluh tiga ribu rupiah). Sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp205.021.922.908,- (dua ratus lima miliar dua puluh satu juta sembilan ratus dua puluh dua ribu sembilan ratus delapan rupiah). ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved